geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Senin, 01 Oktober 2012

Mineralisasi



Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, dengan komposisi kimia dan batas tertentu dan memiliki susunan atom tertentu secara teratur.

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, bentuk individu, bentuk agregat, antara lain mempelajari cara terjadinya, sifat fisiknya, sifat kimianya dan kegunaannya.

Sifat Fisik Mineral
  1. Colour (warna)
  2. Crystal habit (perawakan kristal)
  3. Luster (kilap)
  4. Harnesss (kekerasan)
  5. Streak (gores)
  6. Cleavage (belahan)
  7. Fracture (pecahan)
  8. Tenacity (daya tahan pukulan)
  9. Specivic gravity (berat jenis)
  10. Taste and flavour (rasa dan bau)
Berikut ini penjelasan dari masing-masing sifat fisik mineral tersebut :
  • Colour (warna)
a. Idiochromatic adalah warna mineral yang tetap dan tertentu karena elemen utama pada mineral itu sendiri.
b. Allochromatic adalah warna mineral yang tidak tetap tergantung apa warna pengotornya.
c. Chronophores adalah kelompok mineral tertentu yang memberikan warna tertentu pada mineral.
  • Crystal Habit (perawakan mineral)
menurut Richard M. Pearl
a. Elongated habit
  
Gambar mineral Tourmaline dan Pyrolusite
  • Columnar (meniang) : Tourmaline, pyrolusite.
gambar Mineral Asbestos dan Silimanite
  • Fibrous (berserat) : Asbestos, gypsum, silimanite, tremolite, pyrophilite.
 Gambar mineral Natrolite
  • Acicular (menjarum) : Natrolite.
Gambar mineral Rutile dan cerrusite
  • Reticulate (menjari) : Rutile, cerrusite.
 Gambar mineral Silver
  • Filiform (membenang) : Silver
 Gambar mineral Cuprite
  • Capillery (merambut) : Cuprite, bysolite.
Gambar mineral Zircon
  • Stout (mondok) : Zircon
 Gambar mineral Phyrophylite
  • Stellated (membintang) : Pirofilite
 Gambar mineral Marcasite
  • Radiated (menjari) : Marcasite.
b. Flatted habit
 Gambar mineral Kyanite dan Glaukophane
  • Bladed (membilah) : Kyanite, glaukophane, kalaverit
Gambar mineral Hematite dan Barite
  • Tabular (memapan) : Barite, hematite
 Gambar mineral Microcline
  • Blocky (membata) : Microcline.
 Gambar mineral Mica
  • Foliated (mendaun) : Mica, talc, chlorite
Gambar mineral Millerite dan Gypsum
  • Divergent (memencar) : Gypsum, millerite
  • Plumose (membulu) : Mica.
c. Rounded habit

Gambar mineral Malachite dan Hemimophite
  • Mamilary (mendada) : Malachite, opal, hemimorphite.
 Gambar mineral Goethile
  • Colloform (membulat) : Glauconite, cobalt, bismuth, goethile.

Gambar mineral Pyromorphite
  • Colloform radial (menjari membulat) : Pyromorphite.

 Gambar mineral Sodalite dan Alunite
  • Granular (membutir) : Olivine, anhydrite, chromite, sodalite, cinabar, alunite, rhodonite.
 Gambar mineral pisolitic dan gibbsite
  • Pisolitic (memisolit) : Opal, gibbsite, pisolitic, limestone.
  • Stalactite (stalaktit) : Geothite.
  • Luster (kilap)
berdasarkan Indeks Bias (n)
 
Gambar mineral Galena, Sulphide, dan Pyrite
  • Metallic luster : Galena, pyrite, sulphide.
Gambar mineral Alabandite dan Cinnabar
  • Sub-metallis luster : Cuprite, cinnabar, hematit, alabandite.
  • Non-metalic luster dibagi menjadi :
 Gambar mineral Quartz
a. Vitreous luster (kilap kaca) : Quartz, carbonates (kalsit, aragonit, dolomit), spinel, garnet, leucite, fluorite,corundum, halite(segar).
 Gambar mineral Cassiterite
b. Adamantine luster (kilap intan) : Diamond, cassiterit, sulphur, sphalerite, zircon, rutile.
 Gambar mineral Nepheline
c.Greasy luster (kilap lemak) : Nepheline, halite(sudah terkontaminasi)
d. Waxy luster (kilap lilin) : Serpentinit, cerargyrite.
e. Silky luster (kilap sutera) : Asbestos, selenit, serpentinit, hematit.
f. Peartly luster (kilap mutiara) : Talc, gypsum, mica.
g. Earthly luster (kilap tanah) : Kaoline, Montmorilonite, pyrolusit, chalk.
  • Cleavage (belahan)
Pembagian berdasarkan kualitas pembelahannya :
a. Perfect (sempurna) : Clcite, muscovite, galena, halite
b. Good (baik) : Felspart, augite, rhodonite, diopsite
c. Distinct (jelas) : Scapolite, anglesite, staurolite.
d. Indinct (tidak jelas) : Beryl, platinum, gold, magnetit, corundum.
e. Imperfect (tidak sempurna) : Apatite, cassiterite, sulphur.

Pembagian berdasarkan arah belahannya :
a. Searah : Belahan yang memiliki satu arah belahan, contohnya : mineral mica (muskovite, biotite, phlogopite)
b. Dua arah : Belahan yang memiliki dua arah belahan, contohnya : Amphibole (hornblende), felspart, gypsum
c. Tiga arah : Belahan yang memiliki tiga arah belahan, contohnya : Halite, Calcite, Galena
d. Empat arah : Belahan yang memiliki empat arah belahan, contohnya : Dolomite
e. Lima arah : Belahan yang memiliki lima arah belahan, contohnya : Fluorite, Quartz
f. Enam arah : Belahan yang memiliki enam arah belahan, contohnya : Sphalerite
  • Fracture (pecahan)
 Obsidian
a. Choncoidal : Quartz, obsidian, cerrusite, rutile, zincite
Mineral Copper
b. Hackly : Copper, gold, silver, platinum

 Mineral Talc
c. Even : Muscovite, biotite, talc, lempung
 Mineral Rutile
d. Uneven : Calcite, marcasite, rutile, rhodonite, pyrolusite, orthoclase
 Mineral Anhydrite
e. Splintery : Fluorite, anhydrite, serpentinite.
 Mineral Kaolin
f. Earthly : Kaoline, muscovite, biotit, talc
  • Tenacity (daya tahan terhadap pukulan)
a. Brittle : Calcite, quartz, marcasite, hematite.
b. Sectile : Gypsum, cerargyrite.
c. Malleable : Gold, silver, copper.
d. Ductile : Silver, olivin, cerargyrite.
e. Flexible : Talc, gypsum, mica.
e. Elastic : Muscovite.
  • Specivic grafity ( berat jenis)
  • Taste and odor (rasa dan bau)
 Sifat fisik mineral di atas biasa digunakan oleh para geologis untuk menentukan berbagai jenis mineral yang ada di muka bumi. Saat kita menemukan suatu mineral atau batuan  di lapangan maka pertama kali yang akan kita pergunakan adalah sifat fisik mineral di atas, baru jika kurang yakin para geologis akan membawanya ke Laboratorium untuk diteliti lebih lanjut, mengenai sifat Kimianya melalui penelitian lebih lanjut.
 
Mineral penyusun batuan beku
Untuk menentukan komposisi mineral pada batuan beku, cukup dengan mempergunakan indeks warna dari batuan kristal. Atas dasar warna mineral sebagai penyusun batuan beku dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
 Mineral felsik, yaitu mineral yang berwarna terang, terutama terdiri dari mineral kwarsa, feldspar, feldspatoid dan muskovit.
 Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin.
Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan cara terjadinya, kandungan SiO2, dan indeks warna. Dengan demikian dapat ditentukan nama batuan yang berbeda-beda meskipun dalam jenis batuan yang sama, menurut dasar klasifikasinya.
Klasifikasi berdasarkan cara terjadinya, menurut Rosenbusch (1877-1976) batuan beku dibagi menjadi:
 Effusive rock, untuk batuan beku yang terbentuk di permukaan.
 Dike rock, untuk batuan beku yang terbentuk dekat permukaan.
 Deep seated rock, untuk batuan beku yang jauh di dalam bumi. Oleh W.T. Huang (1962), jenis batuan ini disebut plutonik, sedang batuan effusive disebut batuan vulkanik.
Klasifikasi berdasarkan kandungan SiO2 (C.L. Hugnes, 1962), yaitu:
 Batuan beku asam, apabila kandungan SiO2 lebih dari 66%. Contohnya adalah riolit.
 Batuan beku intermediate, apabila kandungan SiO2 antara 52% - 66%. Contohnya adalah dasit.
 Batuan beku basa, apabila kandungan SiO2 antara 45% - 52%. Contohnya adalah andesit.
 Batuan beku ultra basa, apabila kandungan SiO2 kurang dari 45%. Contohnya adalah basalt.
Klasifikasi berdasarkan indeks warna ( S.J. Shand, 1943), yaitu:
 Leucoctaris rock, apabila mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
 Mesococtik rock, apabila mengandung 30% - 60% mineral mafik.
 Melanocractik rock, apabila mengandung lebih dari 60% mineral mafik.
Sedangkan menurut S.J. Ellis (1948) juga membagi batuan beku berdasarkan indeks warnanya sebagai berikut:
 Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
 Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
 Mafelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
 Mafik, untuk batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

Mineral penyusun batuan sendimen
Batuan endapan atau batuan sedimen adalah salah satu dari tiga kelompok utama batuan (bersama dengan batuan beku dan batuan metamorfosis) yang terbentuk melalui tiga cara utama: pelapukan batuan lain (clastic); pengendapan (deposition) karena aktivitas biogenik; dan pengendapan (precipitation) dari larutan. Jenis batuan umum seperti batu kapurbatu pasir, dan lempung, termasuk dalam batuan endapan. Batuan endapan meliputi 75% dari permukaan bumi.
Penamaan batuan sedimen biasanya berdasarkan besar butir penyusun batuan tersebut Penamaan tersebut adalah: breksi, konglomerat, batupasir, batu lempung
  • Breksi adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butitan yang bersudut
  • Konglomerat adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang membudar
  • Batu pasir adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 2 mm sampai 1/16 mm
  • Batu lanau adalah batuan sedimen dengan ukuran butir antara 1/16 mm sampai 1/256 mm
  • Batu lempung adalah batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari 1/256 mm
Mineral penyusun batuan metamorfosa
Komposisi mineral
Mineral-mineral penyusun batuan metamorf dapat dibedakan menjadi mineral-mineral yang :
1. Mineral yang berbentuk kubus: kuarsa, feldsfar,kalsit, garnet dan piroksin.\
2. Berbentuk bukan kubus : mika, klorit, amfibol (hornblende), hematit, grafit dan talk.
Susunan mineral (fabrik)
Dari kenampakan tiga dimensional, fabrik dapat dibedakan menjadi :
1. Isotropik : susunan butir ke segala arah tampak sama.
2. Anisotropik : kenampakan susunan butir mineral tidak sama ke segala arah.
Tekstur
Berdasarkan ukuran butir mineralnya, dapat dibedakan menjadi :
1. Fanaretik : butiran cukup besar untuk dapat dikenal dengan mata telanjang.
2. Afanitik : butiran terlalu kecil untuk dapat dikenal dengan mata telanjang.
Struktur
Struktur dalam batuan metamorf dikenal ada tiga :
1. Granular : bila butir-butiran minerla yang berhubungan saling mengunci (inter locking).
2. Foliasi : bila mineral-mineral pipih menbentuk rangkaian permukaan subparalel.
Lineasi : bila mineral-mineral prismatik membentuk kenampakan penjajaran pada batuan, seperti genggaman pensil.

Sumber : http://musbir.blogspot.com/2011/01/mineral-penyusun-batuan-beku-sendimen_10.html#ixzz280nHB8vV


0 comments:

Poskan Komentar