geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Jumat, 05 Oktober 2012

MENAKSIR CUACA DENGAN AWAN



Bagi Anda yang tidak mempunyai alat ukur cuaca, jangan kuatir. Kita masih dapat meramal cuaca dengan memperhatikan awan-awan yang ada di sekitar kita. Selain sebagai wahana tempat tinggalnya awan, atomsfer juga menentukan bentuk-bentuk awan. Oleh karena itu keadaan atmosfer dapat pula ditaksir dari susunan dan bentuk awan,.
Bagaimana kondisi atmosfer bila terlihat ada awan berikut ini ?

Sirus.
Bila ada Sirus berasal dari virga Kumulonimbus pertanda bahwa di atas terdapat lapisan udara naik.














Bila ada Sirus berasal dari transformasi Sirostratus yang tidak merata oleh adanya penguapan di berbagai lapisan yang lebih tipis, pertanda udara makin cerah.
Bila ada Sirus berbentuk menara-menara kecil dengan puncaknya melingkar seperti kail pertanda langit cerah.
Bila ada Sirus berbentuk barisan menunjukkan bahwa udara di tempat itu bergelombang. Makin besar lajur awan makin besar gelombangnya. Arah angin tegaklurus barisan awan.








Gb.1. Sirus bergelombang.

Bila ada ada awan Sirus fibratus seperti gb.2. di bawah ini pertanda bahwa di tempat awan terdapat angin kencang. Arah angin dari arah bagian runcing ke bagian ujung yang besar. Biasanya awan tersebut terjadi dari puncak awan Kumulonimbus sebagai sisa awan karena bagian bawahnya sudah habis menjadi hujan.



Bila ada Sirus berasal dari Altokumulus pertanda pengangkatan lapisan udara atas yang kelengasannya rendah.
Bila ada Sirus berasal dari bagian atas Kumulonimbus pertanda bahwa telah terjadi hujaj dari bagian bawahnya dan juga pertanda bahwa cuaca menjadi cerah tidak akan ada hujan lagi dalam beberapa waktu berikutnya.





Gb. 2. Sirus fibratus.

Sirokumulus
Bila ada Sirokumulus pertanda udara cerah.
Bila ada Sirokumulus berasal dari perubahan Sirus pertanda di daerah tempat awan terdapat gerak lapisan udara turun.
Bila ada Sirokumulus berasal dari Sirostratus, pertanda di derah tempat awan terdapat golak-galik (turbulence).
Bila ada Sirokumulus berasal dari Altokumulus pertanda bahwa udara dalam keadaan takmantap dan mudah terjadi awan Kumulus yang menimbulkan hujan.
Bila ada Sirokumulus yang berbentuk lensa atau seperti buah badam pertanda ada gangguan orografik atau lapisan udara di tempat Sirokumulus sangat lembap.

Bila ada awan Sirokumulus yang terlihat seperti sisik ikan. Awan tersebut menandai adanya golak-galik di lapisan atas (tempat awan sekitar 6 sampai 8 km dari permukaan laut), yang makin lama menimbulkan udara dibawahnya menjadi panas sehingga awan tidak dapat tumbuh besar, dan cuaca akan cerah.


Gb. 3. Sirokumulus


Sirostratus
Bila ada Sirostratus pertanda ada lapisan udara dingin yang luas naik sampai paras tinggi tempat awan Sirostratus.
Bila ada Sirostratus berasal dari penggabungan unsur-unsur Sirus, pertanda udara sangat lembap dan mudah timbul awan-awan lain.
Bila ada Sirostratus, atau yang terbentuk dari kristal-kristal es yang jatuh dari Sirokumulus pertanda suhu di atas sangat dingin. Pengesan mudah terjadi pada pesawat terbang yang melintasinya.
Bila ada Sirostratus berasal dari penipisan Altostratus, pertanda kelembapan udara di tempat awan rendah.
Bila ada Sirostratus berasal dari perluasan landasan tempa puncak Kumulonimbus, pertanda
telah terjadi hujan beberapa watu sebelumnya.
Bila ada awan yang Sirostratus menutupi matahari dan di sekitar matahari terdapat lingkaran cahaya yang disebut “halo”, pertanda bahwa di udara terdapat banyak butir-butir air besar atau kristal es dan udara di tempat awan sangat dingin seehingga pengesan mudah terjadi pada pesawat terbang yang melintasinya.

Gb. 4. Halo


Altokumulus
Bila ada Altokumulus pertanda ada sejumlah lapisan udara naik sampai pada paras tempat awan.
Bila ada Altokumulus pertanda adanya golak-galik (turbulence), atau golakan di lapisan tengah troposfer.
Bila ada Altokumulus yang berbentuk lensa atau buah badam pertanda adanya pengangkatan lokal udara lembap karena orografi.
Bila ada awan Altokumulus mamatus, pertanda bahwa di bawah awan udaranya mantap, sehingga terjadi bagian-bagian awan turun dan menguap. Karena di sebagian tempat terdapat bagian awan turun maka di sekitarnya terdapat gerak ke atas karena penguapan dan menimbulkan golak-galik dalam awan. Biasanya terjadi sebagai sisa dari awan badaiguntur.

Gb.5. Altokumulus mamatus.
Bila ada awan gelombang atau tersusun dari lajur-lajur awan yang biasanya terjadi pada Stratokumulus, Altokumulus atau Sirokumulus, pertanda bahwa udara di daerah awan dalam keadaan bergelombang. Besarnya gelombang kira-kira sebesar jarak dua lajur awan yang berdekatan. Arah gelombang tegaklurus lajur awan.






Gb.6. Awan gelombang


Bila terlihat awan Altokumulus berbentuk bulatan-bulatan kecil dan tidak ada bayangan hitam menandai bahwa dalam awan tidak ada gerakan, tetapi kelembapan cukup tinggi. Bentuk lajur menunjukkan bahwa di daerah awan terdapat gelombang udara karena angin kencang. Arah gelombang tegak lurus arah lajur.







Gb. 7.. Altokumulus bersisik

Altostratus
Bila ada Altostratus pertanda adanya lapisan udara yang luas naik ke paras tinggi tempat awan.
Bila ada Altostratus pertanda adanya kristal-kristal es dalam Altokumulus berjumlah banyak jatuh membentuk virga

Di kawasan tropik bila ada Altostratus pertanda adanya Kumulonimbus yang bagian tengah atau bagian atasnya meluas.
Bila ada awan Altostratus lentikularis pada ketinggian antara 2 – 5 km dari permukaan bumi pertanda adanya angin dan gelombang yang berasal dari arah letak bentuk yang tipis dari bagian awan.




Gb. 8. Altostratus lentikularis.


Bila ada awan putar dari Atostratus seperti gambar 9 berikut menunjukkan bahwa di tempat awan terjadi pusaran angin. Biasanya terjadi di atas daerah pegunungan. Terbang layang sebaiknya tidak mendekati tempat awan semacam itu, karena arah angin yang berputar.






Gb. 9. Awan putar


Stratokumulus
Bila ada Stratokumulus pertanda adanya golak-galik ringan atau sundulan pada suatu paras dari Stratus.

Gb.10. Stratokumulus.

Bila di lereng pegunungan terlihat awan Stratokumulus fraktus seperti gambar berikut pertanda mulainya bertiup angin lembah menuju ke atas gunung.










Gb. 11. Stratokumulus fraktus


Stratus
Bila ada Stratus terlihat di pegunungan yang terbentuk dari lapisan kabut yang naik secara perlahan-lahan pertanda adanya pemanasan permukaan bumi atau tiupan angin.
Bila ada Stratus dalam bentuk lapisan pertanda adanya pendinginan bagian bawah atmosfer.
Bila ada Srtatus yang terpecah-pecah dengan awan tambahan pannus pertanda adanya golak-galik udara lembap oleh uap dari hujan yang berasal dari Altostratus, Nimbostratus, Kumulonimbus, atau dari Kumulus.
Bila ada Stratus yang terbentuk dari Stratokumulus pertanda telah terjadi hujan dari Stratokumulus tersebut.
Bila ada stratus frakto, pertanda kelembapan udara tidak cukup besar untuk terjadinya Stratus.

Nimbostratus
Bila ada Nimbostratus pertanda ada sejumlah lapisan udara lembap naik ke paras tinggi. Di kawasan lintang tinggi pertanda adanya perenggan sangkaran (occluded front).
Bila ada Nimbostratus pertanda akan terjadinya hujan.

Kumulus
Bila ada Kumulus pertanda adanya golakan udara yang disertai penurunan suhu ke arah vertikal yang besar karena pemanasan permukaan bumi oleh sinaran matahari, atau pemanasan bagian bawah massa udara dingin ketika melalui udara yang lebih panas.
Bila ada Kumulus fraktus pertanda adanya arus naik (updraft) termal atau orografik cukup untuk menaikkan sampai ke paras kondensasi golakan (convective condensation level).
Bila ada Kumulus humilis pertanda udara takmantap di lapisn bawah dan matap di lapisan di atas awan.
Bila ada Kumulus kongestus pertanda udara takmantap dari lapisan bawah sampai pada paras yang tinggi.
Bila ada Kumulus yang terbentuk di bawah Altostratus, Nimbostratus, Kumulonimbus, atau karena pembesaran sendiri pertanda akan terjadinya cuaca buruk.
Pada awan Kumulus sering terdapat awan tambahan berbentuk lensa di atasnya sehingga terkesan sebagai tudung. Oleh karena itu sering pula disebut awan tudung. Tudung tersebut disebut pileus. Awan semacam itu sering timbul di daerah pegunungan. Bila terlihat awan dengan pileus seperti pada gambar 11 tersebut, memberi isyarat bahwa di ketinggian dasar awan yang berbentuk lensa terdapat lapisan sungsangan dan terdapat angin yang kuat. Awan sulit menembus lapisan sungsangan tersebut; oleh karena itu pileus menandai bahwa awan tidak lagi dapat tumbuh keatas. Awan tudung tersebut Juga menandai bahwa di ketinggian tempatnya terdapat angin kencang dan udara bergelombang.











Gb.12. Awan tudung

Kumulus seperti terlihat pada gambar 13 terlihat hidup, tepinya jelas tidak berserabut, dan dasarnya tidak sama. Awan tersebut menandai bahwa udara di bawahnya cukup lembap. Oleh karena itu bila ada awan semacam itu beberapa waktu kemudian hujan dapat terjadi.








Gb.13. Kumulus yang tumbuh subur.


Kumulus kastelatus.
Bila terdapat awan Kumullus kastelatus seperti gb.14 menunjukkan bahwa udara tidak bergolak karena pemanasan, tetapi di atas paras kondensasi terdapat gerak ke atas karena pelepasan energi dari pengembunan. Oleh karena itu awan semacam itu mudah hilang.






Gb. 14. Kumulus kastelatus

Adanya awan Kumulus kastelanus seperti gb.15 menunjukkan bahwa di bawah awan terdapat golakan tetapi lebih kecil dibandingkan di atasnya. Gerak ke atas terjadi di dalam awan karena pelepasan energi setelah terjadi kondensasi. Setelah berkembang ke atas awan cepat hilang karena udara di sekitarnya kering. Dengan demikian bila ada awan semacam itu menunjukkan bahwa udara di sekitar awan kelembapannya kecil sehingga sulit dapat terbentuk awan besar dan hujan. Di Indonesia terutama di wliayah yang berangin pasat tenggara, awan tersebut sering terlihat dalam musim kemarau.




Gb. 15. Kumulus kastelanus.

Puting beliung.
· Adanya puting beliung seperti terlihat pada gambar 15, menandai bahwa udara sangat tidak mantap. Biasanya disertai pemanasan yang kuat. Pada pusat pusaran tekanan udara sangat rendah. Sering terjadi di atas dataran yang luas pada siang hari.









Gb. 16. Puting beliung


Kumulonimbus.
Bila ada Kumulonimbus pertanda adanya udara yang takmantap dan pemanasan udara yang kuat. Dapat timbul hujan deras dan angin ribut serta petir.










Gb.17. Kumulonimbus

Bila ada Stratokumulus pada siang atau sore hari pertanda adanya Kumulus atau Kumulonimbus yang bagian atas atau bagian tengah pecah-pecah karena udara makin mantap.
Bila ada awan Stratokumulus atau Stratus pada waktu pagi hari di atas daratan. pertanda akan terjadinya Kumulus.
Bila kita sedang naik pesawat terbang melihat awan berserakan seperti gmbar di bawah pertanda bahwa suhu muka laut dan suhu di daratan tidak banyak beda, dan udara di atas lautan lembap. Biasanya terdapat pada pagi hari sebelum daratan menjadi panas.

Awan orografi.

Awan panji, atau awan bendera (banner cloud), dapat digunakan untuk menaksir arah dan kecepatan angin. Arah ujung awan menunjukkan arah angin









Gb.18. Awan panji

Bila ada awan orografi yang terlihat melingkari puncak atau menempel di puncak gunung yang terpencil, pertanda hanya ada hujan sedikit.
Bila ada awan orografi berbentuk lensa di dekat puncak gunung (awan tudung) pertanda adanya lapisan udara mantap dan lembap.
Bila ada ada awan orografi di atas banjaran gunung diikuti oleh satu atau lebih awan di balik gunung atau di balik bukit pertanda udara cukup lembap. Jarak antar awan terlihat teratur beberapa kilometer berbentuk seperti gelombang,
Bila ada awan gelombang berbentuk gulungan pertanda udara mantap dan lembap serta terdapat angin kencang.
Bila ada lajur-lajur awan yang sejajar, awan dengan varietas lentikularis atau bentuk lensa, awan rotor, pertanda atmosfer /udara bergelombang. Selain menandai udara bergelombang juga menandai lapisan udara mantap. Adakalanya gelombangnya tidak hanya gelombang vertikal tetapi juga gelombang horizontal seperti yang ditunjukkan oleh bentuk awan lentikularis berikut (gb.19.).









Gb. 19. Altostratus lentikularis

Gelombang gunung umumnya terdapat pada balik gunung atau bawah angin. Gelombang tersebut umumnya terbentuk karena adanya angin kencang melewati gunung yang lapisan udara di atasnya dalam keadaan mantap.

Jejak Kondensasi.
Sering kita lihat di belakang pesawat jet yang sedang terbang terdapat garis putih seperti asap. Karena keluarnya gas buangan dari pesawat yang cepat, tekanan udara di dekat lubang buangan sangat rendah dan suhu menjadi turun sehingga uap air di sekitarnya mengembun dengan cepat. Pengembunan terlihat seperti awan berbentuk garis, dan disebut jejak kondensasi. Setelah pesawat terbang lewat tekanan dan suhu udara di tempat jejak kondensasi kembali seperti semula dan jejak kondensasi menghilang. Oleh karena itu apabila ada pesawat terbang jet meninggalkan jejak kondensasi menunjukkan bahwa udara di tempat yang dilewati itu kelembapannya tinggi. Keberadaan jejak kondensasi di kawasan lintang luar tropik lebih lama dibandingkan di kawasan tropik karena suhu udara umumnya di lintang luar tropik lebih rendah.


Gb. 20. Jejak kondensasi

Kepulan asap.

Bila asap yang keluar dari cerobong terlihat menjulang tegak ke atas seperti yang terlihat pada gambar 21, menandai bahwa udara saat itu takmantap. Oleh karena itu awan golakan mudah tumbuh.











Gb. 21. kepulan asap dalam
udara tak mantap

Tetapi sebaliknya bila arah asap mendatar seperti terlihat pada gambar di bawah, menandai bahwa udara dalam keadaan mantap, sehingga awan golakan tidak mudah tumbuh.










Gb. 22. Kepulan asap dalam udara mantap


------------

1 comments:

sangat bermanfaat utk pengajian saya
 

Poskan Komentar