geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Senin, 08 Oktober 2012

MIKROSKOP: POLARISASI, REICHERT VS OLYMPUS


Mikroskop merupakan suatu alat bantu yang digunakan dalam pengamatan objek-objek tertentu yang berukuran kecil. Biasanya mikroskop banyak digunakan dalam ilmu-ilmu biologi dan medis untuk mengamati sel atau jaringan mahkluk hidup. Namun, dalam ilmu petrografi dan mineral optis, juga diperlukan mikroskop tetapi dengan jenis mikroskop yang berbeda dengan mikroskop yang biasanya digunakan dalam pengamatan biologi. Dalam hal ini, mikrsokop yang digunakan adalah mikroskop polarisasi. Macam-macam mikroskop :


Mikroskop Polarisator Olympus dan Reichert

Gambar 1: Mikroskop Polarisasi Olympus dan bagian-bagiannya

Gambar 2 : Mikroskop Polarisasi Reichert dan bagian-bagiannya




Bagian-bagian mikroskop polarisator:

Ø   Kaki Mikroskop
Kaki mikroskop ini berfungsi sebagai tumpuan mikroskop berdiri dengan bentuk yang bermacam-macam. Pada mikroskop polarisasi tipe Bausch & Lomb, kaki mikroskop juga digunakan untuk menempatkan cermin., sedangkan pada tipe olympus, kaki mikroskop sebagai tempat lampu halogen sebagai sumber cahaya pengganti cermin.

Ø  b.      Substage Unit
1.    Polarisator atau ” lower nicol ”
Polarisator adalah bagian mikroskop yang terdiri dari suatu lembaran polaroid. Bagian ini berfungsi untuk menyerap cahaya secara terpilih (selective absorbtion) sehingga hanya cahaya yang bergetar pada satu arah bidang getar saja yang bisa diteruskan. Lembaran ini diletakkan sedemikian hingga arah getaran sinarnya sejajar dengan salah satu benang silang pada arah N-S atau E-W.

2.      Diafragma Iris
Diafragma ini terdapat di atas polarisator dan berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang diteruskan dengan cara mengurangi atau menambah besarnya apertur  diafragma. Pengontrolan cahaya yang diteruskan ini merupakan hal  yang  penting  dalam menentukan intensitas cahaya yang diterima oleh mata pengamat, karena kemampuan akomodasi mata tiap-tiap pengamat berbeda sehingga perlu adanya pengaturan yang sesuai dengan kondisi mata pengamat.
Selain itu, Diafragma iris juga berfungsi  untuk menetapkan luasnya daerah pada peraga yang ingin diterangi, sera dalam penentuan relief, di mana cahaya harus dikurangi sekecil mungkin untuk pengamatan “becke line”.

3.    Meja Objek
Meja objek merupakan suatu penampang yang berlubang di bagian tengahnya sebagai jalan masuknya cahaya dan terdapat oenjepit yang berfungsi untuk menjepit preparat/objek. Meja objek ini dapat berputar pada sumbunya yang vertikal, dan dilengkapi dengan skala sudut dalam derajat dari 0 sampai 360o dan di bagian tepi terdapat tiga sekrup yang berfungsi untuk memusatkan perputaran meja pada sumbunya (centering).

4.    Kondensor
Bagian inimerupakan suat lensa cembung yang berfungsi untuk pemusat cahaya  yang datang dari cermin di bawahnya. Kondensor ini terletak pada bagian paling atas dari “substage unit”.

Ø  c.       Tubus Mikroskop
Tubus mikroskop merupakan bagian besar dari suatu mikroskop yang terletak di atas meja objek dan berfungsi sebagai unit teropong. Tubus mikroskop ini secara lebih detail terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

1.     Lensa Objektif
Lensa objektif merupakan bagian dari tubus mikroskop yang berfungsi sebagai penangkap dan memperbesar bayangan sayatan mineral dari meja objek, terletak pada bagian paling bawah tubus dan biasanya terdapat tiga buah lensa objektif dengan perbesaran yang berbeda mulai dari 4x, 10x dan 40x, hingga 100x.

2.    Lubang Kompensator
Lubang kompensator  pada tubus berfungsi sebagai tempat memasukkan kompensator,  berupa baji kuarsa atau gips yang menipis ke arah depan sehingga pada saat dimasukkan lubang akan menghasilkan perubahan warna interferensi pada mineral.

3.    Analisator
Analisator ini fungsinya hampir sama dengan polarisator dan terbuat dari bahan yang sama juga, namun arah getarannya bisa dibuat searah getaran polarisator untuk nikol sejajar atau tegak lurus arah getaran polarisator untuk nikol bersilang.

4.    Lensa Amici Bertrand
Lensa ini berfungsi dalam pengamatan konoskopik saja, untuk memperbesar gambar interferensi yang terbentuk pada bidang fokus balik (back focal plane) pada lensa objektif, dan memfokuskan pada lensa okuler.

5.     Lensa Okuler
Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan objek dandengan  lensa inilah bayangan akhir akan dihasilkan sehingga kita dapat mengamatinya pandang.  Pada lensa okuler biasanya terdapat benang silang, sebagai penanda pusat objek pengamatan.

Ø  d.      Lengan mikroskop
Lengan mikroskop merupakan bagian yang berfungsi untuk peganagan saat kita ingin memindahkan mikroskop dan juga sebagai penghubung antara bagian tubus dengan kaki mikroskop.

Ø  e.       Cermin
Cermi pada mikroskop polarisator berfungsi untuk menangkap dan meneruskan cahaya ke dalam sistem optik dalam mikroskop dan terdiri dari cermin datar dan cermin datar.  Cermin cekung sebagai pemusat cahaya  dengan hasil yang tidak simetris (assymetrical cone of illumination), dan cermin datar sebagai pemantul cahaya sesuai cahaya yang diterima.


Pembeda
Tipe Reichert
Tipe Olympus
Lengan mikroskop
Pada bagian atas terdapat sekrup pengatur fokus yang kasar dan yang halus secara terpisah
Kedua sekrup pengatur fokus dihimpun menjadi satu tempat pada bagian bawah lengan mikroskop
Cermin
Cermin terletak di luar kaki mikroskop
Cermin terletak di dalam kaki mikroskop, tidak kelihatan.
Meja objek
Pada tepi meja terdapat 2 sekrup pemusat untuk mengatur sumbu putaran meja tepat pada benang silang lensa okuler
Ketinggian meja objek dan juga jarak lensa objektif dan peraga diatur dengan sekrup pengatur fokus pada bagian bawah lengan mikroskop
Tubus mikroskop
Dapat dinaik-turunkan

Objective holder and objectives
Lensa-lensa objektif dipasang satu demi satu pada bagian bawah dari tubus mikroskop.




Masing-masing objektif harus dipusatkan dengan kedua sekrup pemusat yang terdapat pada bagian atas dari objektif
Terdapat kepala putaran yang dipasang pada bagian bawah tubus mikroskop, biasanya mempunyai 4 lubang tempat masuknya lensa objektif.

Masing-masing objektif dipusatkan dengan cara memutar kedua gelang yang terdapat pada bagian bawah objektif

REFERENSI

http://www.olympusmicro.com/primer/images/components/ph2cutages diakses pada tanggal 9 Oktober 2011 pukul 22:13 WIB

http://semangatgeos.blogspot.com diakses pada tanggal 9 Oktober 2011 pukul 22:13 WIB

Judith, Bean dkk. 1981. Mineral Optik. Pusat penerbitan Fakultas Teknic UGM : Yogyakarta

0 comments:

Poskan Komentar