geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Jumat, 05 Oktober 2012

Cuaca Dalam Kelautan



Apakah Informasi Meteorologi itu ?
Informasi meteorologi itu berupa data dan keterangan tentang keadaan cuaca masa lampau atau klimatologi, keterangan tentang keadaan cuaca yang berlangsung dari waktu ke waktu sampai saat ini, dan keadaan yang diperkirakan akan terjadi di waktu kemudian. Namun karena kegiatan kelautan bermacam-macam, masing-masing memerlukan informasi yang berbeda. Unsur cuaca laut dan fenomena cuaca laut yang penting bagi kegiatan kelautan pada umumnya adalah : angin dan gelombang, banglas (visibility), awan dan hujan, suhu udara dan suhu laut, arus laut, pertumbuhan es, es laut, gunung es.

Informasi cuaca yang bagaimana untuk kegiatan di pelabuhan ?

Pelabuhan adalah tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang, dan atau bongkar muat barang. Untuk dapat dilakukannya kegiatan tersebut diperlukan berbagai fasilitas, utamanya untuk menunjang keselamatan pelayaclip_image002ran, kegiatan pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra – dan antar – moda transportasi. Oleh karena itu fasilitas-fasilitas tersebut disesuaikan dengan yang diperlukan dan disesuaikan dengan iklim atau kebiasaan cuaca yang terdapat di kawasan pelabuhan.
Informasi klimatologi diperlukan untuk membuat desain kepelabuhanan tetapi unsur dan batasan nilainya berbeda-beda yang diperlukan bagi nasing-masing fasilitas. Suhu dan kelembapan penting untuk diperhitungkan misalnya dalam pembuatan desain pemanasan dan ventilasi bangunan gudang penyimpanan; angin dan gelombang penting untuk pembuatan desain tempat berlabuh atau bersandar. Nilai-nilai yang diperlukan adalah nilai-nilai ekstrem, variasi unsur, dan periode ulang.
Di Indonesia, variasi unsur cuaca laut di pelabuhan-pelabuhan Indonesia umumnya berskala harian dan musiman. Variasi harian yang paling nyata adalah variasi suhu, tekanan, dan angin yang berkaitan dengan pemanasan dari matahari berkenaan dengan hari siang dan malam, pasang-surut laut.. Angin laut terjadi pada siang hari dan angin darat bertiup pada malam hari. Variasi musiman berkaitan dengan monsun yang menimbulkan perubahan musim. Variasi musiman tersebut berbeda-beda di setiap wilayah, misalnya di Jakarta dalam bulan Januari angin banyak dari arah barat – baratlaut dan dalam bulan Agustus banyak dari arah tenggara-timur; di Padang dalam bulan Januari banyak dari arah barat laut sampai utara dan dalam bulan Agustus dari baratdaya sampai tenggara.
Kegiatan di pelabuhan memerlukan pengaturan pelaksanaan yang efektif dan efisien sehingga dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan tepat, termasuk keamanan dan menjaga agar tidak rusaknya barang-barang yang dibongkar dan dimuat serta yang disimpan dari akibat cuaca. Bagi industri maritim ketepatan waktu sangat penting, sebab dengan sedikit kelambatan di pelabuhan dapat menimbulkan kerugian yang besar. Oleh karena itu informasi cuaca sedang berlangsung dan prakiraan cuaca sangat diperlukan. Informasi cuaca baik cuaca sedang berlangsung maupun prakiraan cuaca diperlukan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menyusun rencana kegiatan operasional.


Informasi cuaca yang mana yang diperlukan untuk kegiatan pelayaran ?
Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan adalah hal yang selalu dijaga bagi semua kapal pada umumnya; tetapi kondisi cuaca laut tidak dirasakan sama bagi setiap kapal melainkan bergantung kepada besar dan desain serta perlengkapan masing-masing kapal. Namun demikian keselamatan adalah yang paling diutamakan bagi semua kapal. Fungsi utama dari informasi meteorologi bagi pelayaran adalah memberi petunjuk pemilihan jalan agar dapat berlayar dengan aman, nyaman, selamat sampai tujuan, dan tepat waktu.
clip_image004Dalam kegiatan perdagangan dunia, hampir 90 % menggunakan sarana angkutan laut untuk pengangkutan barang. Selain itu pengangkut barang umumnya berkaitan dengan masalah perjanjian pengiriman barang yang memerlukan waktu yang tepat; oleh karena itu sebelum pelayaran perlu dibuat rencana pelayaran yang teliti dengan memasukkan faktor klimatologi dan meteorologi laut. Di kawasan luar tropik informasi unsur klimatologi yang penting adalah angin, suhu, banglas, arus laut, es laut, dan tinggi gelombang. Untuk pelayaran di kawasan tropik yang sangat penting adalah klimatologi siklon tropis. Siklon tropis timbul secara musiman, terdapat di daerah-daerah tertentu, dan mempunyai lintasan tertentu. Dengan informasi klimatologi dapat dibuat rencana kapan pelayaran dilakukan, route mana yang akan dilalui, perlengkapan apa saja yang diperlukan, dan lain sebagainya.
Bagi kapal angkut barang, selain untuk keselamatan informasi cuaca laut digunakan untuk upaya melindungi barang-barang yang diangkut, karena barang-barang dapat rusak dengan adanya kondisi cuaca laut tertentu. Misalnya, barang-barang dapat rusak karena suhu udara sangat rendah melampaui titik embun; barang-barang yang higroskopik dapat rusak karena kelembapan tinggi, barang-barang dapat rusak karena angin dan percikan-percikan ombak laut. Oleh karena itu informasi cuaca laut tidak hanya yang ekstrem saja; kondisi yang tidak ekstrempun sangat diperlukan untuk menentukan teknik perlindungan sesuai dengan macam dan sifat barang yang diangkut.


Pilih alur pelayaran.
Pemilihan alur pelayaran merupakan salah satu upaya dalam pelayaran yang berkaitan dengan kondisi cuaca laut dengan maksud agar pelayaran dapat dilakukan dengan selamat, aman, nyaman, dan efisien menggunakan waktu pelayaran sehingga diperoleh penghematan biaya operasional. Unsur dan fenomena caua laut yang perlu dalam pemilihan alur pelayaran adalah angin dan gelombang, banglas, awan dan hujan, suhu udara dan suhu laut, pertambahan es laut, gunung es.

Angin dan gelombang.:
Kapal-kapal besar untuk pelayaran di laut dalam umumnya telah dirancang tahan angin, gelombang, dan badai. Namun demikian tidak kecil kemungkinannya ada keadaan ekstrem yang melampaui batas toleransi dan batas ketahanan yang digunakan. Umumnya kapal-kapal yang digunakan untuk pelayaran internsional atau pelayaran di laut dalam telah dirancang tahan kepada gelombang yang tingginya kurang dari 2 meter. Oleh karena itu bagi kapal-kapal di laut dalam, informasi yang diperlukan adalah gelombang yang tingginya > 2 meter. Tetapi bagi kapal-kapal yang beroperasi di laut lepas pantai umumnya lebih kecil dan perlengkapannya lebih sederhana dibandingkan kapal yang digunakan untuk pelayaran di laut dalam. Oleh karena itu informasi gelombang yang lebih kecil dari 2 meter juga diperlukan.
Informasi angin dan gelombang perlu memuat keterangan mengenai lokasinya, keberadaanya dan atau yang diprakirakan akan adanya.
Prakiraan dan gawar (warning) gelombang hendaknya memberi gambaran mengenai daerah di mana adanya atau akan adanya, tingginya dan batas maksimumnya, arahnya, dan periode gelombangnya.

Banglas.
Kapal tidak mempunyai rem seperti halnya kendaraan di darat. Untuk mengurangi kecepatan dilakukan dengan memutar balik putaran mesin. Oleh karena itu banglas yang rendah sangat mengganggu. Adanya banglas yang rendah kemungkinan bertumbukan antar kapal atau menumbuk benda lain menjadi tinggi. Dengan demikian kapal-kapal yang beroperasi di laut dalam perlu dilengkapi dengan radar. Banglas rendah dapat ditimbulkan antara lain oleh kabut, gebos atau deretan awan tebal (squall), percikan-percikan ombak. Informasi banglas memuat keterangan tentang daerah adanya atau yang diprakirakan akan adanya. Banglas < 6 mil (10 km) perlu diinformasikan yang sekurang-kurangnya dapat diterima kapal pada waktu 6 jam sebelumnya.

Awan dan hujan.
Informasi dan prakiraan awan tidak penting, tetapi informasi dan prakiraan hujan lebat, hujan salju, dan hujan beku atau hujan yang curahannya cepat membeku setelah menyentuh permukaan benda, perlu diinformasikan. Kapal-kapal pengangkut barang (cargo) sangat memerlukan informasi tersebut untuk digunakan upaya perlindungan barang muatan.

Suhu udara dan suhu laut.
Informasi suhu udara dan suhu laut yang berkaitan dengan angin diperlukan apabila suhu tersebut berpotensi menimbulkan pembekuan dan pertambahan lapisaan es.
Khusunya bagi kegiatan perikanan, informasi suhu tersebut diperlukan untuk pencarian daerah penangkapan ikan .

Pertambahan es (ice accretion)
Informasi akumulasi es sangat diperlukan utamanya bagi pelayaran di kawasan dingin, karena bertambahnya penumpukan es dapat menjadi hambatan dan mengurang kecepatan kapal. Untuk itu informasi dan prakiraan laju akumulasi es sangat diperlukan.
Es laut mempunyai potensi resiko tinggi bagi semua kapal.. Informasi yang diperlukan adalah luas daerah es, gerakan lapisan es serta kondisinya (misalnya, bentangannya, keadaan terbelah-belah, dll.).
Es di laut tidak seluruhnya tampak di permukaan melainkan sebagian muncul di atas dan sebagian ada di dalam air laut. Bagian yang menonjol di atas permukaan disebut “gunung es”. Sering terjadi bahwa bagian yang ada di dalam air laut lebih luas dan volumenya lebih besar dibandingkan yang ada di atas permukaan. Karena bagian bawah tidak kelihatan maka keberadaannya sangat membahayakan kapal. Oleh karena itu informasi mengenai gunung es tersebut sangat diperlukan utamanya luasnya bagian bawah yang ada di dalam air laut.

Informasi cuaca yang mana yang diperlukan bagi kegiatan nelayan ?
Pencari ikan di laut dalam pada dasarnya mempunyai tiga bagian kegiatan, yakni kegiatan pelayaran menuju lokasi penangkapan ikan, kegiatan di lokasi penagkapan, dan kegiatan kembali setelah kegiatan penagkapan. Oleh karena itu para pencari ikan terlebih dahulu harus mengetahui lokasi yang berpotensi banyak ikan yang diinginkan; untuk itu diperlukan informasi cuaca laut yang sesuai dengan yang diperlukan bagi kehidupan ikan yang dimakksud. Kemudian diperlukan informasi mengenai kondisi laut ke arah lokasi penangkapan ikan, kondisi cuaca laut di lokasi penangkapan untuk mempersiapkan peralatan dan teknik penangkapan dan berapa lama kondisi cuaca lautnya yang memungkinkan kegiatan penangkapan ikan dapat dilakukan; dan selanjutnya informasi cuaca laut setelah kegiatan penagkapan untuk upaya perlindungan hasil-hasil penangkapan.
Bagi kegiatan nelayan di laut dekat pantai informasi angin laut dan angin darat serta pasang surut laut sngat membantu untuk menetapkan waktu melaut dan waktu ke darat.
Kegiatan perikanan memperhatikan berbagai faktor utamanya faktor lingkungan, faktor meteorologi, dan faktor oseanografi.
Faktor lingkungan meliputi :
(a) sifat , sebaran, migrasi, dan kelompok jenis ikan,
(b) hasil penangkapan,
(c) pendinginan tempat,
(d) waktu pencarian,
(e) pembiakan telor dan larva.
Faktor meteorologi meliputi :
(a) suhu muka laut,
(b) landaian (horizontal, vertikal) suhu laut,
(c) lain-lain yang berkaitan dengan suhu dan salinitas air laut.
Faktor oseanografi meliputi :
(a) salinitas air laut,
(b) oksigen,
(c) warna air,
(d) arus laut,
(e) massa air laut.
Suhu laut adalah faktor meteorologi-oseanografi yang sangat penting bagi kegiatan penangkapan ikan. Informasi sebaran suhu dibuat dalam peta isotherm seperti pada contoh gambar berikut.



Kelompok ikan hidupnya ada yang di dekat permukaan laut, jenis hidupnya di dalam atau di dekat dasar laut. Oleh karena itu informasi mengenai suhu sangat diperlukan.
Suhu laut berkaitan dengan banyak faktor, antara lain :
(a) lataan (advection) massa air laut,
(b) penyinaran matahari,
(c) pertukaran bahang antar laut – atmosfer,
(d) percampuran antar lapisan air laut,
(e) gerak naik air laut (upwelling),
(f) pembekuan dan pelelehan es laut,
(g) hujan.
Untuk kegiatan perikanan di kawasan lintang tinggi, bahaya yang paling banyak dalam musim dingin karena badai, penumpukan es di kapal dan di laut.
Sering bahwa kegiatan penangkapan ikan memerlukan waktu lama dan kapal perlu menurunkan jangkar. Keadaan laut, tingginya gelombang dan arus laut sangat diperlukan untuk menetapkan panjang tali jangkar yang diperlukan.

Kegiatan eksplorasi di laut juga memerlukan informasi cuaca.
Operasi eksplorasi di laut memerlukan informasi cuaca laut di tempat kegiatan. Oleh karena itu unsur cuaca laut yang perlu diinformasikan disesuaikan dengan lokasi kegiatan dan macam kegiatannya.
Kegiatan eksplorasi minyak misalnya, kegiatan utamanya adalah pengeboran, pembuatan platform, dan kegiatan di platform. Selama pengeboran toleransi gerak alat pengeboran karena gelombang kira-kira 10% dari kedalaman laut. Platform bergerak ke atas – ke bawah yang geraknya makin besar apabila gelombang makin tinggi. Angin mempunyai andil banyak kepada pitch and roll of drilling rig. Angin juga diperlukan untuk pengaturan tali jangkar.

Dalam Kegiatan Industri Maritim
Hal utama dalam kegiatan industri maritim yang berkaitan dengan cuaca antara lain tentang
- kelambatan (a.l. kelambatan produksi, kelambatan pengiriman/penerimaan barang, kelambatan kontrak)
- kehilangan (a,l. karena bencana akibat cuaca),
- kerusakan (a.l. selama bongkar-muat di pelabuhan).
Kelambatan, kehilangan, dan kerusakan dapat terjadi karena cuaca. Oleh karena itu informasi cuaca sedang berlangsung dan prakiraan cuaca diperlukan untuk menetapkan rencana operasi kegiatan industri dan kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industri maritime, untuk menentukan upaya pennanggulangan dan alternatip-alternatip untuk menghindari atau mengurangi resiko akibat cuaca.

Kegiatan Penanggulangan Polusi Laut.
Polusi laut utamanya di laut dalam adalah oleh adanya buangan minyak, sedangkan di laut dekat pantai selain oleh adanya buangan minyak juga banyak ditimbulkan oleh buangan-buangan industri. Di kawasan dekat pantai diperkirakan 75 % polusi laut berasal dari buangan industri dan 25% dari transportasi berupa buangan minyak dan kecelakaan kapal (met.France).
Adanya polusi dapat menimbulkan gangguan kepada banyak hal, utamanya kepada kehidupan laut. Dari aspek meteorologi polusi laut dapat menimbulkan berubahnya suhu muka laut dan penguapan.
Khususnya untuk menangani masalah polusi di laut internasional dipandang perlu dilakukan secara terkoordinasi. Oleh karena itu pada siding Komisi Meteorologi Maritim (Commission of Maritime Meteorology = CMM) ke-sebelas pada tahun 1993 membentuk suatu sistem yang disebut “Marine Pollution Emergency Response Support System = MPERS)”.
Dalam kaitannya dengan meteorologi kelautan, hal penting tentang polusi tersebut adalah sebarannya. Arah dan meluasnya sebaran polusi ada kaitannya dengan angin dan arus laut permukaan. Di kawasan pantai sebarannya selain berkaitan dengan angin juga oleh arus pasang surut.
---------

0 comments:

Poskan Komentar