geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Jumat, 05 Oktober 2012

Kabut dan Cuaca



Kabut yang dapat mengurangi jarak pandang sering menimbulkan bahaya, baik baik bagi lalu-lintas di darat di laut dan di udara. Apakah sebenarnya kabut itu ?

Di dalam atmosfer air dapat berbentuk uap, butir-butir air, atau kristal es. Yang berbentuk butir air atau kristal es membentuk kelompok-kelompok. Kelompok butir-butir air atau kristal es yang kecil mengapung di udara. Kelompok butir-butir air yang jejarinya sekitar atau lebih kecil dari 10 mikrometer sangat ringan dan melayang-layang di udara, disebut kabut. Kelompok butir air yang berukuran lebih besar dari 10 mikrometer sampai sekitar 200 mikrometer mengapung di udara, disebut awan. Butir air yang diameternya lebih dari 200 mikrometer umumnya sudah dapat keluar dari awan dan jatuh menjadi hujan.
(1 mikrometer = 1/1000 milimeter).

Bagaimana terjadinya kabut ?

Kabut adalah kumpulan butir-butir air yang sangat kecil, garis tengahnya lebih kecil dari 10 mikrometer, yang melayang-layang di udara dekat permukaan bumi. Kabut umumnya terbentuk di dekat permukaan bumi yang suhunya rendah, sedangkan awan terbentuk jauh dari permukaan bumi.

Kabut dibedakan dalam berbagai jenis, yakni kabut tanah (ground fog) atau kabut sinaran (radiation fog), kabut sungsangan tinggi (high inversion fog), kabut laut (sea fog), kabut lataan (advection fog), kabut perenggan (frontal fog), kabut asap (steam fog).

Kabut tanah atau kabut sinaran terbentuk di dekat permukaan tanah pada pagi hari, ketika suhu di dekat permukaan tanah sangat rendah dan lebih rendah dibandingkan suhu udara di atasnya. Bila matahari sudah bersinar kabut berangsur-angsur menghilang karena suhu tanah makin tinggi dan butir air menguap. Kondisi udara yang diperlukan untuk dapat terjadi kabut tanah antara lain : pada malam hari kelembapan tinggi, tak ada awan, dan kecepatan angin rendah tetapi tidak sampai tenang tidak ada angin. Tidak adanya awan memungkinkan lebih banyak sinaran dari bumi keluar ke angkasa sehingga suhu di dekat permukaan tanah turun sangat rendah. Angin dengan kecepatan rendah diperlukan agar terjadi percampuran udara dingin dan udara yang lebih hangat di atasnya. Bila percampuran tersebut tidak ada kemungkinan terbentuknya kabut berkurang tetapi dapat terbentuk embun. Kabut tanah umumnya hanya dalam waktu pendek pada pagi hari, tetapi di kawasan luar tropik pada waktu musim dingin dapat lebih lama sampai sehari tetapi mungkin terangkat sampai beberapa puluh meter karena sinar matahari sangat rendah sehingga kurang kemampuannya untuk menguapkan kembali butir-butir air dalam kabut.

Kabut sungsangan. Ada kalanya dalam udara terdapat lapisan yang di bagian bawah suhunya lebih rendah dibandingkan suhu di bagian atasnya. Lapisan yang demikian disebut lapisan sungsangan. Kabut sungsangan tinggi terdapat di bawah lapisan sungsangan udara pada ketinggian lebih rendah dari 600 meter tetapi tidak dekat ke permukaan bumi bila udara di bawah lapisan sungsangan tersebut sangat lembap. Kondisi demikian biasanya terdapat di daerah tekanan tinggi di kawasan pantai yang letaknya di bagian timur dari sel tekanan tinggi tersebut. Di daerah tekanan tinggi atau daerah antisiklonal udara cenderung turun. Karena adanya lapisan sungsangan maka di bawah lapisan sungsangan tersebut terjadi percampuran udara lembap dan dingin. Biasanya dapat terjadi ketika air laut naik (upwelling) sehingga udara di dekat permukaan laut dingin. Kabut sungsangan tinggi biasanya juga terjadi pada waktu pagi hari dan terangkat ke atas menjadi awan Stratus setelah matahari bersinar.

Kabut lataan. Kabut lataan ditimbulkan oleh udara dingin yang mengalir di atas permukaan air yang suhunya lebih tinggi. Kabut lataan dapat terjadi di atas sungai atau rawa-rawa dan di atas laut.

Kabut uap. Kabut uap termasuk jenis kabut lataan. Kabut uap terjadi apabila massa udara dingin lewat di atas laut yang panas. Karena panasnya laut maka di atas permukaan laut udara suhunya tinggi dan mengandung banyak uap air sehingga udara sangat lembap dan mengembun dan tampak seperti asap yang keluar dari air.

Kabut laut. Kabut laut terjadi ketika suhu udara di atas laut sangat rendah, sehingga uap yang keluar dari laut cepat mengembun di dekat permukaan laut. Kabut laut juga dapat terjadi karena lataan udara dingin yang mengalir di atas laut yang hangat. Oleh karena itu kabut laut yang demikian termasuk dalam jenis kabut lataan atau jenis kabut uap. Kabut laut dapat sangat tebal dan berlangsung lama.

Kabut perenggan. Kabut perenggan terdapat di atas perenggan, yakni pertemuan antara dua massa udara yang berbeda. Karena kabut perenggan umumnya berkaitan dengan hujan yang terjadi di atas perenggan maka kabut perenggan juga sering disebut “kabut hujan”. Kabut perenggan umumnya terdapat di daerah luar tropik, misalnya di Eropa, Jepang, dan lain-lain.

Kabut asap. Ada pula yang disebut kabut asap atau kabut industri; yakni kabut yang terbentuk di kawasan industri yang udaranya banyak mengandung asap atau partikel-partikel yang keluar dari cerobong atau buangan industri.

------------

0 comments:

Poskan Komentar