geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Jumat, 23 Desember 2011

BOTANI & ZOOLOGI


A. Botani
Botani merupakan ilmu tentang tumbuh-tumbuhan. Mengenal karakter tumbuh-tumbuhan sangat membantu upaya-upaya survival.
Tumbuhan pada dasarnya dipilah menjadi dua yaitu:
1. Tumbuhan yang dapat dikonsumsi/dimanfaatkan baik sebagai makanan maupun untuk dijadikan obat
a. Umbi-umbian : Talas, kentang, bangkuang, paku tanah, singkong, garut
b. Batang : Umbut pisang, rebung, pisang, pakis, tebu,
c. Buah :Kelapa, arbey hutan, konyal, calincing, anggrung, asam, malaka, kedondong alas, harendong, pisang hutan dll.
d. Daun : Rasamala yang masih muda, Selada air, Antanan, Melinjo, Bayam merah, Bayam duri (Direbus dahulu), Sintrong, Jotang, dll.
e. Jamur

2. Tumbuhan yang berbahaya :
a. getah pohon paku putih menyebabkan kebutaan.
b. Getah jambu monyet menyebabkan gatal-gatal.
c. Buah aren mentah menyebabkan gatal-gatal.
d. Kecubung beracun bila dimakan.
e. Rarawean menyebabkan gatal dan perih.
f. Daun pulus menyebabkan gatal dan panas.
g. Saga biji dan batangnya beracun.
h. Picung racu pada seluruh pohonnya.
i. Singkong pahit/hutan getahnya menyebabkan gatal dan panas
j. Rarawean kelopak polongnya mempunyai rambut yang membuat kulit gatal.
k. Pakis haji daunnya mengandung asam birudan HCN.
l. Beberapa jenis jamur tidak bisa dikonsumsi sseperti amanita vern psilocybe, amanita muscaria, corprimus SP, hygrophorus, dll.

3. Langkah untuk mengidentifikasi jamur beracun:
a. Bila diraba akan mudah hancur.
b. Direbus dengan menggunakan peralatan perak, peralatan tersebut akan berwarna hitam bila jamur itu beracun.
c. Bila dicampur dengan nasi akan berwarna kuning.
d. Baunya tidak sedap dan warnanya mencolok.
e. Bila ada serangga yang mendekat akan mati.

4. Langkah – langkah untuk mengidentifikasi makanan agar aman untuk dikonsumsi:
a. Perhatikan apakah hewan sekitar dapat memakan makanan tersebut, dan tidak meninggalkan reaksi negatif,
b. Hindari tanaman dan buah buahan yang berwarna mencolok.
c. Hindari tanaman dan buah – buahan yang getahnya berwarna putuh, kecuali sudah benar – benar diketahui.
d. Coba dulu tanaman yang akan dimakan, dengan cara dicicipi atau dioleskan getahnya pada tangan, tunggu beberapa menit, apabila terasa gatal sebaiknya tidak dimakan.
e. Hindari makanan yang rasanya tidak enak.
f. Hati – hati terhadap biji – bijian yang berwarna merah karena beracun.
g. Jika menemukan jamur maka sebaiknya tidak dimakan, karena sulit untuk membedakan yang beracun dan tidak beracun.

B. Zoologi
Zoologi merupakan ilmu tentang hewan. Mengenal karakter hewan-hewan untuk diwaspadai, dihindari, maupun yang bisa dikonsumsi ketika melaksanakan kegiatan survival, meliputi :

1. Jenis hewan yang bisa dimanfaatkan :
a. Molusca ; sefbangsa siput dan kerang. Siput dihutan hidup, di semak, pinggir kali dan karang hidup di saluran air atau terbenam dilumpur. Cara memasaknya direbus.
b. Anelida ; sebangsa cacing, Yang di bisa dimakan adalah cacing sondari disa dapat ditanah basah/dengan menggali tanah, disarang burung yang menempel dipohon, atau ditanaman paku-pakuan. Cara mengolahnya buang isi perutnya, cuci bersih lalu panggang.
c. Insecta : bangsa serangga. Belalang, jangkrik, ( buang kaki dan sayapnya lalu bakar ). Tempayak putih/kumbang pemakan kayu, biasanya ada dikayu yang sudah lapuk/mati caranya dibakar/digoreng. Laron/silaru bias dibakar/digoreng. Lebah/larvanya bisa dimanfaatkan, mendapatkannya mengasapi sarangnya tapi hati-hati.
d. Crustacea ; sebangsa udang-udangan dan kepiting, dapat ditemukan dialiran air baik digunung, sungai, dan laut terutama daerah berbatu.
e. Pisces ; bangsa ikan, banyak jenisnya dan dapat dimanfaatkan.
f. Amphibia ; sebangsa katak, yang bisa dimakan adalah katak ijo/rana SP, bisa ditemukan didekat aliran air/daerah yang lembab keluarnya pada malam hari.
g. Reptilia ; hewan melata, biasanya jenis ular yang bisa dimakan. Tapi hati-hati hewan ini berbahaya, jika akan menangkap ular perlu keahlian khusus, bisa juga dengan mengunakan tongkat yang tengahnya berlubang lalu dimasukkan seutas tali dilipat dua ujungnya dibuat lingkaran dari tali tersebut, lalu silingkaran dilingkarkan pada leher ular dan tariklah ujungnya sehingga menjerat ular tersebut. Cara memasaknya, tusuklah kepala ular tersebut sehingga terpanggang lalu buat sayatan melingkar disekitar leher, lalu tariklah kulit ular tersebut seperti melorotkan celana (cara ini juga berfungsi buat belut). Selanjutnya buang kepala isi dan tulangnya, lalu dipanggang/bakar.
h. Mamalia ; hewan menyusui, kelinci rusa, tikus (kecuali cecurut), biasanya hewan ini sangat lincah bergerak maka perlu membuat perangkap.
i. Aves ; bangsa burung, semua jenis burung bias dimakan kecuali gagak, elang, karena dagingnya tidak enak. Ayam hutan bisa ditangkap dengan menggunakan peranngkap.

2. Hewan yang tidak bisa dimakan.
a. mengandung bisa
b. mengandung racun
c. mempunyai bau khas
d. contoh ; malaria, nyamuk agas, semut pai, kelabang, kalajengking, pacet penyu laut jenis wauamis/pasiran, cucurut, sigung.

3. Tips mengatasi gangguan hewan
a. Nyamuk
 Dengan bunga keluih yang dibakar disimpan dikaleng biarkan asapnya bekerja. Bekas gigitannya bisa digosok dengan garam maka akan lenyap.
 Pakai anti nyamuk (autan, sari puspa)

b. Laron
 Dengan menggantungkan cabe (capsicum anum) diatas/dekat lampu.

c. Lebah penyengat
 Gunakan pangkal pohon pisang, yang tengah berbuah, dan ambi pula hati pohon tersebut, lalu tumbuk sampai keluar airnya. Air tersebut diminum sisa tumbuknya dipopoki kelukanya.
 Dengan mengoleskan perasan bawang merah.
 Tanah liat dipopoki ke beskas sengatan tersebut.
 Sembarang bunga pedesaan dapat digunakan dengan menggosokannya.
 Jika tersengat jangan dipijit Karena akan masuk kepembuluh darah, bisa dengan menggunakan pecahan genting yang dipanaskan, lalu ditempelkan pada sengatan tersebut.

d. Lintah
 Untuk melepaskannya jangan ditarik karena bahaya akan infeksi
 Bisa mengunakan tembakau yang diairi lalu peras airnya diteteskan ke pacet tersebut atau sekar rokok.
 Bisa juga dengan garam yang ditaburi diatas lintah tersebut.

e. Semut
 jika semut masuk ketelinga jangan panic biarkan dahulu, nanti ditelinga terdengar gaduh dan sedikit nteri. Kemudian basahi dengan salah satu jari dengan air ludah, lalu oleskanjari tersebut di telinga belakang sebelah bawah tepat lekukannya. Lakukan sampai lima kali, semut tersebut nanti akan keluar sendiri.

f. Kalajengking dan lipan
Kalajengking biasanya hidup dibawah kulit kayu/batang pohon yang telah tumbang, dibawah batu. Hati-hati jika akan menggunakan sepatu biasanya kalajengking suka pada sepatu/alas kaki yang telah usang.
Gejala ;
 luka kecil, berdarah/tidak
 gatal-gatal dan nyeri ditempat luka dan bengkak.


Tindakan :
 pijit lah segera daerah sekitar luka dari arah pangkalnya, agar racunnya keluar dengan darah.
 Ikatlah bagian tubuh yang terkena gigitan tersebut.
Resep tradisional
 untuk gigitan lipan, dengan asam jawa yang digiling/ditumbuk lalu diterapkan pada yang etrgigit.
 untuk kalajengking, dengan menggunakan lada yang ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak kelapa. Boboki pada luka dibalut.

g. Ular
Tindakan yangperlu dilakukan
 jaga korban untuk tetap tenang/berbaring, jangan panic karena akan mempercepat aliran darah.
 Pasang toniquet pada bagian atas luka.
 Selanjutnya usahakan untuk mengekuarkan racunnya, sebagai berikut :
 Beri yodium tinetur/obat merah disekitar luka.
 Lakukan penorehan pada bagian luka gigitan dengan pisau yang telah disterilkan/dibakar toreh dengan bentuk silang (X).
 keluarkan darahnya dari luka sebelum toniquet dilepas. Cara pengelkuaranya dengan dihisap, bisa dengan mulut (ingat jangan ada luka dimulutnya, berbahaya), atau dengan alat yang sudah jadi dan dijual ditoko (snake bit kit), atau dengan menggunakan gelas yang diasapi.
 Setelah itu, toniquet dibuka beri yodium tinotur 5% dengan sulfanilamide, tutup dengan kasa steril.
 Bila korban tidak bernapas beri napas buatan, jika lukanya terus mengeluarkan darah ganti kasanya dengan yang baru lalu tekan lukanya kuat-kuat oleh ibu jari sampai pendarahan berhenti.
 Selanjutnya dapatkan pertolongan medis segera.

Jika tidak terdapat obat-obatan tersebut diatas dapat ditolong dengan membinasakan/mematikan bisanya yang ada pada luka tersebut yaitu :
 luka bakas gigitan tersebut secepat mungkin ( harus kurang dari 8 menit ) dibakar sampai luka bakar sedang. Pembakaran dapat dilakukan dengan korek api, bara api atau dengan obat-obatan yang sifatnya membakar seperti permangganas, kalikus, dan sebaganya.
 Lukanya lekas diobati dengan sebangsa lemak dan dibalut.
 Agar lebih aman secepatnya mendapatkan bantuan dokter.
 Cara ini agak beresiko, terutama bahaya kulit terbakar. Jika kurang menguasai lebih baik tidak. Lakukan apa saja yang mungkin bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama.

Sumber : www.wikipedia.co.id

0 comments:

Poskan Komentar