geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Sabtu, 24 Desember 2011

Atificial Recharge Atasi Persediaan Air Tanah

Atificial Recharge Atasi Persediaan Air Tanah Jakarta 
Sistem artificial recharge kembalikan air limpasan ke air tanah dalam
Teknologi "artificial recharge" perlu diterapkan untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air tanah, sekaligus pengendalian air limpasan penyebab banjir. Dengan teknologi ini air limpasan hujan di perkotaan secara gravitasi dimasukkan ke dalam air tanah dalam.
Hanya dengan pralon sedalam 60 meter lebih dengan diameter 10 cm yang ditanam di halaman gedung bertingkat, maka air limpasan yang mengalir berlimpah di kala hujan akan langsung masuk ke air tanah dalam. Teknologi yang masih terus diriset ini sebenarnya tidak banyak berbeda dengan teknologi yang telah diperkenalkan sebelumnya seperti biopori, bioretensi dan sumur resapan.

Jika biopori memasukkan air limpasan ke air tanah dangkal, maka "artificial recharge" memasukkan air limpasan ke air tanah dalam.Sedangkan sumur resapan diletakkan di bawah talang air rumah dan bioretensi merupakan kolam konservasi air dengan fungsi serupa.

Pemanfaatan Teknologi Biopori

Teknik Pembuatan Biopori

Biopori alami adalah lubang yang terbentuk secara alami oleh aktivitas fauna tanah (seperti cacing, rayap,semut), dan aktivitas akar tanaman. lubang ini berfungsi sebagai tempat meresapnya air. sedangkan lubang biopori buatan bisa dibuat oleh manusia. biopori itu diisi dengan sampah organik. biopori buatan berfungsi untuk mendorong terbentuknya biopori alami.

Kegunaan Biopori :
1.    lubang biopori yang dibuat dapat meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, yang berarti bahwa biopori memiliki fungsi :
a.    dapat mengurangi resiko banjir, longsor dan meluapnya air hujan.
b.    dapat meningkatkan cadangan air bersih di dalam tanah.
c.    secara tidak langsung dapat mencegah terjadinya beragam penyakit seperti demam berdarah, malaria, kaki gajah (karena tidak ada air yang tergengang,)

2.    lubang biopori dapat mengubah sampah organik menjadi kompos. sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori akan diubah menjadi kompos oleh binatang-binatang kecil pengurai sampah yang berada di dalam tanah, yang berarti dapat meningkatkan kesuburan tanah di sekitar tempat biopori yang telah dibuat dan juga mengurangi jumlah sampah yang ada.

3.    dengan membuat biopori, dapat mencegah terjadinya global warming. karena sampah yang diuraikan oleh biota tanah dapat mengurangi peng-emisian gas CO2 dan metan, sehingga dapat mencegah terjadinya pemanasan global.

·         Alat-alat yang diperlukan untuk membuat Biopori :
  • bor biopori
  • penutup biopori (bisa menggunakan kawat kassa)
  • sampah organik
  • semen (jika biopori ingin dibuat tahan lama)

 


cara membuat:
  1. buat lubang silindris secara vertikal dengan menggunakan bor biopori (dengan diameter 10 cm dan kedalaman sekitar 100 cm)
  2. isi lubang biopori dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, atau dedaunan.(jika sampah mulai menyusut, isi kembali biopori dengan sampah organik)
  3. perkuat mulut lubang (agar tahan lama), dengan menggunakan semen selebar 2-3 cm
  4. tutup lubang dengan penutup (bisa menggunakan kawat kassa) agar tidak membahayakan anak-anak.
Contok Hasil Pembuatan Biopori

Bioretensi
Sumber : http://www.bioretensi.com 

Salah satu upaya untuk penanganan masalah limpasan dan banjir adalah teknlogi Bio-terensi. Bioretensi adalah tehnologi aplikatif dengan mengambungkan unsur tanaman, (green water) dan air (blue water) di dalam suatu bentang lahan dengan semaksimal mungkin merespkan air ke dalam tanah supaya supaya selama mungkin berada di dalam DAS untuk mengisi aquifer bebas, sehingga air dapat dikendalikan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Pembuatan bioretensi dapat dilakukan di halaman rumah, selokan, trotoar, taman, lahan parkir dan di gang-gang sempit yang padat penduduk.

Bioretensi merupakan teknologi aplikatif yang menggabungkan unsur tanaman, green water dan blue water dalam suatu bentang lahan dengan semaksimal mungkin meresapkan air ke dalam tanah.  Green water adalah air yang tersimpan di pohon dan lahan, sedangkan blue water adalah air yang tertampung dalam bentuk mata air, sungai dan danau.  

Proses pembuatannya terbilang sederhana.
1.    pembuatan selokan kecil menuju sumur resapan.
2.    penggalian sumur resapan satu meter persegi kedalaman 2,7 meter.
3.    pemasangan bius penahan dinding sumur resapan. Bius terbuat dari cetakan beton, berbentuk seperti jendela persegi panjang berukuran satu meter, dan memiliki empat lubang. Bius dipasang di samping kanan kiri dan atas bawah dinding sumur resapan.
4.    pemasangan ijuk dan batu kali di dinding bawah sumur resapan sedalam 1,7 meter. Ijuk dan batu kali ini berfungsi menyerap air dan menahan energi kinetik air yang masuk ke bawah sumur.
5.    pemasangan penutup sumur. Penutup ini terbuat dari beton.

Air limpasan hujan sengaja diarahkan masuk ke sumur melalui sebuah pipa, sehingga air tidak semuanya langsung mengalir ke daerah lebih rendah.

0 comments:

Poskan Komentar