geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Senin, 16 Mei 2011

Manusia, Tanah dan Makanan


Sekarang adalah waktunya untuk mencoba mempredisikan masalah yang akan datang dan beberapa kemungkinan yang berhubungan dengan jumlah penduduk, tempat tinggal, SDA dan makanan yang tesedia.
Kecepatan pertumbuhan penduduk di zaman modern yaitu melanjutkan pertumbuhan pada suatu tingkatan banyak dari konsekuensi yang tidak diinginkan pertumbuhan telah membawa dan berlanjut membawa dalam keretanya, dengan jelas menyatakan bahwa banyaknya orang–orang di dunia harus dikendalikan dengan melanjutkan perluasan yang tak terkendali sehingga mengundang bencana. Sekalipun batasan yang diharapakan untuk diperkenalkan sekarang, harus diingat  bahwa penduuk dunia akan tumbuh berkembang sangat subur, pada hakekatnya ada dalam abad 20 pertama. Proyeksi demografis membawa antara jaman sekarang dan ujung abad adalah adanya suatu  tambahan 2,5 milyar orang ditambahkan pada saat ini ditotal  untuk memberi suatu penduduk dunia yang menghasilkan sekitar 6500 juta. Jika pertumbuhan sekarang tetap berlaku sampai 2050 figur global ada sekitar 15.000 juta. Masalah pokok banyaknya laju pertumbuhan seperti itu dibagi menjadi  2 bagian :
1.      Kehendak di sana jadilah cukup ruang hidup untuk penduduk masa depan.
2.      Apakah dunia bisa memberi tambahan makanan untuk semua orang ?

Kemudian mari kita dalam bab ini berbalik perhatian ke 3 isu penduduk ini maksimal dapat ditekan, ruang hidup dan persediaan makanan.

POPULASI OPTIMUM

Pertama mari kita mengikhtisarkan apa yang telah dikatakan lebih awal tentang pertumbuhan populasi dunia, di dalam pertumbuhan permulaan sangat melambat sebab, walupun kelahiran tingkat tarif mungkin selalu relatif tinggi, kematian tingkat tarif, terutama sekali tingkat kematian bayi juga tinggi. Dengan begitu kenalkan populasi rendah. Situasi ini tetap berlaku sampai pertengahan abad 18 ketika peningkatan (obat kedokteran), kesehatan, agricultural, dan revolusi industri membawa suatu perubahan pokok, sesudah itu pertumbuhan populasi mulai cepat, mulainya pelan–pelan. Pada tahun 1830 pertama telah 1000 juta yang dicapai, 1930 figur 2000 juta, 1960 figur 3000 juta, dan lihat seolah ada 4000 tanda yang akan dicapai sebelum tahun 1980.
Jumlah maksimum orang yang dapat ditampung di bumi dibatasi oleh kapasitas fisik dari planet bumi. tetapi kapasitas maksimum jangan disalahartikan dengan kapasitas optimum, sebab Arnold Toynbee menulis kesejahteraan maksimum, bukan populasi maksimum. Merupakan sasaran manusia, jika ini terjadi kemudian jumlah maksimum populasi dunia pastilah sangat sedikit kemungkinan jumlah maksimum dan ini meliputi  hubungan perorangan dengan orang lain (sesama) dan hubungan psikologisnya kepada lingkungan faktor yang kita mengenali dalam konsep seperti kualitas hidup dan pengejaran kebahagiaan.
Tapi dia berkata, sebab faktor itu melibatkan hubungan yang psikologis dan budaya yang ideal mereka tidak dapat dihadapkan secara langsung seperti biologi dan batasan phisik berlawanan dengan ukuran populasi, dimana kita dapat menerapkan data apabila kehabisan sumber, efisiensi tepat waktu, nutrisi manusia, dan termodinamik terbatas itu telah jelas bahwa pertanyaan tentang mutu hidup manusia tidak mungkin melepaskan diri dari loncatan itu tentang jumlah manusia  di atas bumi.
Hubungan ini boleh barangkali digambarkan oleh terus menigkatnya tekanan orang hidup yang tinggal di kota. Orang–orang yang tinggal di daerah industri perkotaan biasanya tunduk pada tekanan yang jauh lebih besar dibanding  orang yang tiggal di lingkungan rural atau di dalam negara – negara yang belum berkembang atau pendahulu. Tekanan tentu saja jelmaan dari diri banyak orang jalan tetapi Hans Style sebagai ilmuwan yang terkenal di Kanada untuk risetnya ke dalam tekanan, mengatakan semua yang mempercepat intensitas dan menyebabkan meningkatnya tekanan hidup di dalam kota besar dan modern terjadi keramaian, suara gaduh, kekhawatiran atas pekerjaan. Menurut Jones banyak faktor lain yang mendorong ke arah tegangan dan penyerobotan  yang menciptakan tekanan. Kepadatan penduduk akan nampak seperti faktor penting yang bersifat percobaan dengan omong kosong menunjukan kepadatan itu dapat mendorong ke arah perilaku abnormal pada pihak binatang  pengerat. Ada beberapa bukti untuk menunjukan orang–orang yang tinggal  dikondisi yang sesak, seperti di sepatu tumit rata bertingkat dengan pengasingan claustrophobic mereka, sering orang kota tersebut mengalami ketegangan, gelisah atas satu sifat kekerasan dan terorisme yang lainnya.
Kadang masalah kecil ini menjadi penting tapi arti yang lebih besar adalah jumlah dalam hubungan sumber penghasilan atau kapasitas daratan untuk masyarakat tersebut. Sebuah perkara yang bagus dapat dijadikan laporan bahwa 1000 orang dari benua Antartika akan memadatinya, untuk hal sumber daya bumi sangat dibatasi bahwa itu secara virtual tersebut tidak mampu dalam mendukung  pada populasi penduduk dan seperti masyarakat adalah kebanyakan bekerja pada tanah atau daratan. Dari lain pihak sebuah negara yang kecil kaya akan sumber penghasilan, mungkin dapat mendukung popukasi lebih luas dari pada kawasan lain yang dilihat dapat menghasilkan tapi dalam hal ini sebuah kota dijadikan contoh yaitu Belgia dan Belanda, yaitu negara yang sering dijadikan contoh sebagai pendukung populasi berkesinambungan di luar proporsi ukuran mereka. Dengan populasi sekitar 10 dan 13,5 juta masing – masing  yang mereka lakukan kenyataan tetapi dengan sebuah kualifikasi – kualifikasi hitungan yang hanya itu bisa oleh impor bahan – bahan makanan dan bahan lain atau menunjukan sedikit berbeda dengan sumber penghasilan dari luar daerah lain yang lebih maju.
Aspek lain dari  jumlah penduduk atau perbandingan daratan  itu berhubungan dengan standar kehidupan. sebagian besar orang dapat ditolong dengan diberikannya tempat  dengan standart / ukuran hidup yang rendah daripada yang tinggi. Ehrlich juga berpendapat bahwa: penilaian Hullet mengabaikan persediaan sumberdaya alam yang dapat diperbarui dan keadaan lingkungan yang semakin memburuk, jumlah penduduk di bumi hampir mencapai 3 milyar jiwa yang memiliki taraf kehidupan yang layak.
Dalam masa ini, kelihatannya daratan akan semakin padat, apakah dalam waktu ini kepadatan per daerah akan tinggi atau angka kepadatan semakin tinggi? semua itu mengurangi kualitas hidup, bahkan faktor bahan tambang juga menentukan kualitas hidup. ledakan penduduk dipastikan akan menyebabkan kepadatan, jika tidak dalam waktu dekat,atau mungkin dalam waktu lama akan menyebabkan ukuran penduduk dunia meningkat. Demikian itu mungkin sebagian besar faktor kritis dalam pembicaraan kehidupan  masa depan manusia dan keadaan bumi.


Komentar laki – laki dan wanita dalam pembuatan anak adalah untuk pelanggaran terhadap suatu hubungan pribadi, cara alami untuk menghasilkan. Pembuatan anak dapat berakhir bersamaan dengan gambaran tindakan yang berasal subsekuen spiritual dan kesejahteraan material dari perhatian yang penuh. Seorang anak kebanyakan terlahir menyedihkan, adanya penyakit, adanya pembunuhan bayi sebelum lahir. Itulah dunia dan keburukan dari sebagian besar atau populasi besar? Sebuah keluarga besar, bencana kelaparan, suatu keuntungan dari keluarga besar baikah itu? Pengendalian kelahiran kurang cocok daripada suatu bangsa untuk bunuh diri dari kelaparan. Semua laki – laki dan wanita dapat menjadi suatu barang yang dapat menanyakan keadaan dan pengakuan tentang keputusan untuk membawa anak agar keluar dari tempat bersamaan untuk membawa anak agar keluar dari tempat bersamaan dengan sebuah tanggapan luas untuk berhubungan.

Keluarga Berencana sekarang  menjadi kebiasaan yang cocok/pantas dibeberapa negara (kegiatan itu berlaku dingin hanya sesudah perjuangan yang besar) dan kebanyakan hanya mengikuti metode kontrasepsi dari cerita orang katolik. Dibeberapa negara setiap keluarga berecana merupakan masa pertumbuhan dan keberadaan bukan penahanan tersedianya alat kontrasepsi dan penekanan kelahiran merupakan informasi kedua yang sebagian besar tidak cukup.

Di Afrika setelah periode stabilitas kependudukan yang lama sekitar 96 – 100 juta. Populasi mulai tumbuh secara luas sebagai akibat dari pendudukan dan pengendalian Eropa dan perbaikan terpadu dalam bidang sanifasi atau kebersihan, kesehatan, dan fasilitas medis. Sejak 1850, ketika populasi sekitar 110 juta, angkanya telah meningkat lebih dari 3 kali lipat pada masa itu (sekitar 360 juta pada tahun 1975)  dan akan mengganda menjadi sekitar 768 juta. Tingkat kesuburan dari Afrika pada umumnya tinggi, walaupun bukan berarti dimana – mana tinggi dan tingkat rata –rata kelahiran sekitar 47 per-seribu penduduk. Dibandingkan dengan sekitar 33 untuk keseluruhan dunia. Populasi biasanya masih muda pada 1970 sekitar 44% digolongkan sebagai di bawah 15 tahun. Oleh sebab itu seseorang dapat memperkirakan populasi Afrika untuk mengurangi peningkatan dinamis. Benua ini tidak secara keseluruhan kelebihan populasi, seperti Mesir dan Nigeria atau negara dengan sumber terbatas seperti Maroko dan Tunisia, memiliki perhatian lebih terhadap kebijakan  populasi. Negara yang memiliki kebijakan dan progam resmi Keluarga Berencana antara lain: Tunisia,  dipakai pada tahun 1964, Maroko pada 1966, Mesir pada 1966, Kenya pada tahun 1966 dan Ghana pada tahun 1969. Di Nigeria jumlah yang terlibat terbatas dan dukungan untuk Keluarga Berencana  dimulai pada 1969 di tahun yang sama Pahomex dan Gambia mengikuti. Dengan pengecualian dari beberapa tanda dari penurunan kesuburan di Tunisia ada sedikit perubahan pada kesuburan dari lain tempat sebagai akibat Keluarga Berencana, walaupun terlalu awal karena hanya sesama 1960–an progam Keluarga Berencana mulai diresmikan

India mempunyai populasi  sekitar 575 juta jiwa,  itu merupakan suatu angka yang lebih besar daripada kebanyakan benua – benua di atas. Pesatnya populasi mulai mengkhawatirkan para pemipin negara itu. Seperempat abad yang lalu India adalah negara berkembang pertama yang mengadopsi progam Keluarga Berencana sudah resmi. Progam dimulai pada tahun 1952, tetapi pada 12 tahun pertama progam itu mengahasilkan sedikit perubahan sehingga pada tahun 1965. Progam itu direvisi dan lebih dipromosikan lagi. Beberapa tahun kemudian tolok ukur yang lebih  besar diambil untuk mencoba dan hasil control populasi atau paling tidak terkendali. Pengendalian populasi merupakan tantangan nasional yang besar. Untuk mengatasi masalah itu, beberapa langkah ditetapkan, yaitu
1.      Adanya suatu progam edukasi aktif untuk mengenalkan keluarga kecil,
2.      Setiap adanya kemungkinan untuk memberikan pelayanan termasuk festival Keluarga Berencana untuk mencapai kesamaan.
3.      Adanya klinik keliling yang bisa menjangkau daerah pedesaan terus dikembangkan untuk memberi nasehat dan penjelasan kepada masyarakat tentang Keluarga Berencana,
4.      Adanya rangsangan dalam bentuk uang insentif dan hadiah (seperti radio transistor) diberikan kepada orang – orang yang mau menjalani sterilisasi atau vasektomi,
5.      Beberapa negara bagian seperti Maharastha mengharuskan sterilisasi untuk pasangan yang telah mempunyai 4 anak,
6.      Dilegalkannya aborsi pada tahun  1971.

Meskipun banyak menghadapi masalah dan kadang – kadang adanya penolakan terhadap Keluarga Berencana dan progam pengendalian populasi, usaha nasional yang mulai memetik hasilnya yang pada beberapa waktu tingkat kelahiran hampir tidak berubah, yaitu sekitar 42 per 1000 selama bertahun-tahun. Akhir-akhir ini telah menurun menjadi ± 38 per 1000dan pertambahan presentase tahunan rata-rata populasi turun dari 2,5 pada periode 1963-1968 menjadi 2,1 pada periode 1970-1973. meskipun adanya kecenderungan yang menjanjikan ini “ Bahkan jika rata-rata jumlah keluarga dapat berkurang menjadi 2 atau 3 anak pada 1985, populasi pada tahun 2000 akan menjadi ±  900 juta jiwa.
Sekarang ini Cina mempunyai penduduk kurang lebih 800 juta orang dan akan menacapi 1000 juta orang di akhir abad mungkin sampai dengan 1990.perbandingan kesuburan tersebut menunjukan peningkatan rata–rata sekitar atau kira – kira 18 juta per-tahun. Meskipun demikian peningkatan yang mengkawatirkan kebijakan dari RRC mengenai pembatasan populasi yang telah diputusakan yang kurang tegas selama seperempat abad yang lalu. Pada tahun 1949, Mau Tse Tong menanggap, ini menjadi suatu hal yang bagus bahwa Cina mempunyai populasi yang besar dan sekalipun populasi Cina berlipat beberapa kali, dia benar mampu menemukan solusinya; adalah produksi sampai 1954 dipercaya bahwa kaum sosilalis tentang kepemilikan dan produksi akan menampung semua kelebihan tenaga kerja, tetapi pada tahun 1956 pemikiran tersebut berubah dan kampanye pembatasan kelahiran diadakan atau diluncurakan dimusim semi pada tahun itu. Perubahan kebijakan kependudukan ini diikuti atau dijalankan sampai pertengahan tahun 1958, ketika pengawas kelahiran sekali lagi luput dari pandangan di tengah – tengah evoria atau kesenangan kemajuan yang pesat. Pada awal tahun 1960 pengawas populasi sekali lagi menjadi bagian pelengkap dari rencana pembangunan, tetapi dengan adanya permulaan revolusi budaya pada tahun 1965 satu tahapan yang lain akan ketidaktentuan dimulai, lebih baru – baru ini kebijakan perencanaan keluarga diubah sekali lagi.
Pada beberapa negara timur jauh yang lain, mengukur kesuksesan dalam pengendalian populasi yang  manifestasi sendiri. Di Jepang walaupun populasi penduduk terus menerus berkembang dan rata – rata setiap tahun meningkat hanya 1.3%. Progam pengendalian penduduk di Korea Selatan dan Taiwan mendapat dukungan dari pemerintah. Progam itu dilakukan  secara serius pada tahun 1964 dan sejak itu kemudian mengalami penurunan angka kelahiran secara nyata.
Hal tersebut mungkin dapat dikatakan telah mengalami beberapa kemajuan, dan jika tidak cukup dan variable wilayah secara tinggi telah menjadi tujuan dalam pengendalian populasi penduduk. Progam Keluarga Berencana menjadi alat untuk menekan populasi penduduk, ada gambaran untuk bergerak menuju kebijakan yang lebih tepat. Sebuah pergerakan yang dapat dipercepat dengan peningkatan urbanisasi, industrialisasi, pendidikan, dan standar kehidupan yang lebih tinggi. Tetapi sayangnya standar hidup dalam dunia ketiga secara umum rendah dan jauh dari rata-rata, sebuah faktor yang mempengaruhi sector yang lain, merupakan satu faktor yang berpengaruh terhadap penurunan pertumbuhan demografis. Tetapi dengan progam KB nasional yang diadaptasi, perkembangan umum kemerdekaan dan persamaan untuk wanita dan keinginan untuk mengendalikan kelahiran. Pada abad 21 mungkin terjadi perubahan yang sangat drastis dalam perkembangan populasi penduduk.


ý  BATAS DI BUMI

Suatu utama, dan tidak terhindarkan masalah di dalam populasi resources. Penyamaan adalah ketersediaan daratan dan penggunaannya. Dalam bab 3 Wo menarik perhatian kepada fakta bahwa melainkan  kurang dari sepertiga permukaan di bumi 29% untuk menjadi tempat adalah daratan. Selagi atau sedang di atas dua orang ketiga 71% dipungut dengan kapal area yang/menjadi penggunaan terbatas untuk mengawaki terutama dari segi pandangan produksi makanan. Sebab diperkirakan 4/5 daratan di permukaan  bumi  dengan cara agraris tidak produktif, sisa–sisa hanya sekitar ¼ yang tersedia  untuk penggunaan agrikultur dan ini total area putaran 16 juta mil-kwadart yang mana adalah digolongkan (ketika/seperti) dapat ditanami atau mampu untuk yang sedang ditanami hanya 1/3, lima setengah juta mil kwadrat apakah benar–benar ditanami. Bagaimanapun karena hanya 1/3 daratan ini dipergunakan hanya ada 1 akre per orang (menyangkut) populasi.
Dan karena sejak itu telah dihitung bahwa dua setengah akre tiap–tiap orang daratan ditanami apakah diperlukan untuk mendukung individu masing-masing dengan suatu diet cukup itu menjadi jelas bersih yang ada suatu jumlah tidak cukup daratan untuk menyediakan bahkan suatu diet yang cukup minimum untuk semua. Pada sisi yang lain, jika semua daratan yang dapat ditanami apakah secara penuh dan dengan baik digunakan akan ada lebih dari daratan cukup tersedia untuk penuhi permintaan makanan populasi kini hadir di bumi.
Karena sejak seperti yang dilihat, populasi dunia sedang meningkat dengan cepat dan menyajikan angka-angka hari mungkin telah dengan kasar mengadakan A.D. 2000, itu menjadi nyata yang kecuali jika tindakan mendesak diambil untuk daratan berpotensi dapat ditanami yang tidak hanya akan jumlah yang dapat ditanami. Sudahkah (meneteskan/jatuh) baik di bawah yang perlu 2,5 akre suatu kekurangan makan yang akut keseluruhan.



ý  MASALAH RUANG HIDUP

Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat di dunia ini memiliki 2 masalah yang mendasar :
a)              apakah ada ruang yang cukup di bumi untuk mencukupi angka peningkatan yang besar dari masa mendatang.
b)              apakah hal itu memungkinkan untuk memberi makanan yang cukup ketika ada masalah kelaparan yang serius.
Awal dari masalah ini adalah masalah yang paling kecil sebagaimana disebutkan pada bab 3. manusia yang kuantitatif tidak bercampur tangan atas semua masalah tersebut dan masih ada banyak ruang di bumi meskipun angka perkembangan semakin pesat, meskipun kepadatan penduduk di daerah urban sering sangat tinggi, tetapi sebagian daerah pedesaan kepadatan penduduknya rendah, karena daerah pedesaan memiliki kondisi yang tenang sehingga  mendukung kepadatan yang relative tinggi. Contohnya : Buck bekerja di Cina sebelum masa perang didapati bahwa di tempat – tempat tertentu di “Great Plain” kepadatan penduduknya hampir tak dapat dipercaya 4000 permil2. Meskipun ada masalah sekarang dimana manusia hidup pada kepadatan yang sangat tinggi contohnya : Macao (16625 orang/km2), Monaco (12.000 orang km2), Gilbraltar ( 4500 orang/km2), Malta (1009 orang/ km2) dan Bermuda (1038 orang/ km2). Semua ini merupakan masalah pengecualian dan kebanyakan komunitas pulau kecil. Lagipula, sebagai mana diketahui lebih awal jumlah asli per unit area adalah jelas dalam lingkup geografi, area yang menjadi masalah sebenarnya adalah kapasitas dalam istilah sumberdaya untuk mempertahankan  populasi penduduk.
.

ý  MASALAH DARI PERSEDIAAN PANGAN

Referensi telah dibuat dengan fakta bahwa cepatnya populasi di dunia mungkin membahayakan persediaan pangan itu di dunia telah sangat luas bagiannya dari populasi tersebut adalah penderita beberapa macam kelaparan, apakah menjadi besar ketidakcukupan dari makanan atau beberapa macam nutrisi yang salah. Selanjutnya ada masalah ganda dalam memproduksi banyaknya dan kualitas makanan yang cukup dan mungkin akhirnya produksi makanan pada jenis yang tepat memberikan diet seimbang yang sehat, yang lebih sulit untuk mencapainya.

Masalah dari pertumbuhan demografis hubungannya pada persediaan pangan pertama kali dibicarakan sungguh – sungguh oleh Maltus tapi selain Malthus tidak juga ahli ekonomi klasik meramalkan banyaknya peningkatan dalam produksi pangan yang menciptakan bahan pada pertengahan akhir dari abad ke 19. Pembukaan dari lahan – lahan baru dunia untuk produksi ikan dari hasil gandum, daging, dan perusahaan susu mengubah kondisi pangan sepenuhnya. Secara ilmiah pengembangan – pengembangan dam kemajuan teknologi mesin – mesin pertanian dan angkutan banyak menambah produktivitas pertanian dan memudahkan penyaluran pangan. Ditekankan bagaimanapun meningkatnya prodiktifitas pangan menghasilkan sebanyak dari pertumbuhan pada hasil dari negara – negara industri seperti itu di lahan – lahan baru merupakan sebuah fakta yang sering diabaikan.
Diabad ke 20 biasanya bicara tentang berlangsunganya peningkatan dalam produktivitas pertanian di negara – negara maju dan peningkatan ini masih terus berlanjut pada angka yang sungguh luar biasa. Raja R.T.F menulis : diantara tahun 1950 dan 1960 hasil per orang di pertanian meluas lebih cepat daripada industri di Denmark, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat dan disemua negara dari pasar umum Eropa kecuali Italia. Demikian di negara – negara ini, produksi pertanian tidak hanya mempu setara dengan pertumbuhan populasi tetapi dicapi dengan tenaga buruh di bidang pertanian yang dikurangi. Sebaliknya kebanyakan dari negara–negara ini produktivitas pertanian hampir tidak semuanya maju. Tapi justru di negara–negara ini produktivitas berhenti peningkatan–peningkatan paling hebat dari populasi terjadi dan selanjutnya dimana kekurangan pangan menjadi sulit.
Selama 25 tahun terjadi perang dunia II, secara umum dan keseluruhan negara-negara maju kelebihan pangan untuk persediaan melebihi permintaan. Dan tiba-tiba sekitar tahun 1970 situasi sebaliknya dan gandum di dunia sangat laku. Bahan makanan dasar dan paling penting melebihi persediaan. Kekurangan di dunia ini dijelaskan dengan baik sekali sebagaimana hasil dari ledakan populasi. Jika ada krisis pangan dan kemudian dengan mudahnya dibayar dengan banyaknya peningkatan orang-orang yang diberi makan. Sebenarnya tentu tidak semudah dan sejujurnya dikomentari tanpa banyak kebenaran, bahwa sistem yang ada memerintahkan penyaluran pendapatan pekerjaan, penggunaan pupuk, investasi dan lain-lain apakah nasional ataupun internasional kemungkinan hanya bertanggung jawab jika tidak lebih untuk situasi pangan sekarang seperti kondisi cuaca ekologi atau demografi.
Masalah cukupnya pasokan makanan untuk pertumbuhan penduduk dunia mungkin dapat diatasi jika dengan dilakukan pendekatan. Sekali lagi berlatar belakang pengendalian penduduk, gizi dan kesehatan, penghentian produksi, pemasaran, pendidikan dan pelatihan serta ilmu dan teknologi.

ý  PENGENDALIAN PENDUDUK (POPULATION CONTROL)

            Pengendalian penduduk dapat dikatakan jika setiap negara agraris pada tingkat pencapaian efisiensi di Inggris dan Denmark. Kecukupan makanan dapat diproduksi untuk memberi makan 3.850 juta seluruh penduduk dunia saat ini. Ini mungkin benar apakah dunia dapat memproduksi untuk 7.000 juta pada tahun 2.000 masehi dan 12 juta pada tahun 2.040 masehi. Untuk memberi makan Eropa barat pada tahun 2.000 masehi menunjukkan 3 kali dari produksi makanan saat ini. Ini akan kelihatan mutlak jika generasi mendatang, bahkan pada suhu yang relatif rendah untuk mencukupi makanan berapa pengendalian pertumbuhan penduduk harus efektif. Inilah batas bawah banyaknya makanan yang harus dapat diproduksi.

ý  GIZI DAN KESEHATAN
Syarat dari cukupnya cadangan makanan jelas dihubungkan dengan gizi tetapi gizi manusia adalah suatu fenomena yang kompleks. Ini  merupakan bagian dari konteks yang dapat mengubah dengan sejarah dan mempengaruhi struktur lokal. Referensi yang dibuat untuk beberapa masalah yang berhubungan dengan makanan di bab 8 sudah jelas kalau kebiasaan banyak orang akan diubah dan pelarangan makan dihapus jika persediaan makanan mencukupi, mudah dijangkau, dan keseimbangan pola makan untuk semua tercapai. Ini penting untuk penelitian, dimana manusia sebagai bagian terpenting dalam revolusi hijau/penghijauan pada produksi padi dan gandum ke dalam pengembangan bahan makanan pokok lain, juga dalam produksi bahan makanan sintetik. Jutaan petani menderita kekurangan gizi dan kekurangan/mengalami kelumpuhan dan kesehatan serta energi mereka
Sakit dan kekurangan energi membalik melawan efisiensi pertanian dan konsekuensinya pengeluaran cadangan makanan yang maksimal. Revisi pola makanan seperti penelitian cadangan makanan akan terlihat pada pokoknya dengan syarat jika makanan dam kesehatan yang diinginkan akan tercapai.        

ý  PENGENDALIAN PRODUKSI
Produksi makanan merupakan persoalan pengendalian geografis dan pengendalian sosial ekonomi, seperti halnya, iklim, persediaan air, ketersediaan lahan, teknik penanaman, pupuk, masa subur lahan, penyimpanan persediaan, dan lain–lain. Hanya sedikit yang bisa dilakukan untuk mengetahui bahaya lingkungan sekarang ini meskipun tidak diragukan bahwa beberapa kemajuan kan dibuat untuk menggurangi efek tersebut, tetapi banyak yang bisa dilaksanakan untuk mengurangi pengendalian lain terhadap kebohongan ini di dalam kemampuan dari seorang manusia yang lebih bersifat politis, sosial dan ekonomi, seperti yang C.W. Park tulis : 
Banyak metode tradisional dan secara relegius dianggap tabu akan dan harus dilakukan. Sistem model masa subur tanah yang lebih banyak dilakukan dari model yang ada dimana mengalami tingkat kemajuan  akan diganti.
 Metode baru ini dari ilmu pengetahuan agrikultur tidak bisa dihubungkan dengan praktek yang ada yang mana sangat boros. Efek yang akan ditimbulkan dari hal tersebut adalah tanah akan tersiksa:  tradisi keluarga akan diinjak – injak tetapi disentegrasi ini akan diperkenalkan jika peningkatan bahaya kelaparan dan kekurangan gizi dapat dihindarkan. 

Teknik evaluasi menyangkut berbagai pengendalian harus diadaopsi sehingga penilaian penggunaan lahan yang baik, potensi persediaan air, penanganan lahan , metoda penanaman, kebutuhan makanan, dll. Dapat dibuat dan juga prioritas dan kebijakan akan diputuskan. Evaluasi seperti itu yang diikuti oleh tindakan yang sesuai pada tingkatan internasional, mungkin saja menjadi permulaan dari suatu zaman keadilan makan atau pengetahuan dan kendali menyangkut masalah makanan pada suatu skala tertentu di seluruh dunia.



ý  PEMASARAN

Bahan makan adalah subjek keuangan yang sangat penting dan transaksi perdagangan serta banyak arah/aliran masalah makanan yang merupakan mata rantai dalam pemasaran dan pendistribusian. Kami sudah menunjukan dari salah satu seorang untuk produksi yang membanjiri  pasar dan penjualannya berlebih dan dilain pihak untuk mempertimbangkan produksi di bawah (kecil). Untuk menopang harga pokok maka ada sebagian manusia berpendapat bahwa ekonomi tidak dapat dipertahankan. Tetapi itu bukan saran beberapa solusi yang bagus di perekonomian sederhana dalam batas waktu tertentu sulit untuk mencapai keberhasilan. Hal ini harus dijalankan dengan cara menaikan produksi yang penting, tetapi itu harus  sempurna bagian sistem untuk permasalahan barang dan membenarkan untuk konsumsi/pemakaian barang.




ý  PENDIDIKAN DAN LATIHAN.

Pendidikan diperbolehkan mempunyai sedikit keterkaitan secara langsung dalam permasalahan dan pengamanan, Pendidikan yang benar – benar  mempunyai keterkaitan dua yang berbeda, mekipun demikian tidak berbagai hal seluruhnya tidak berkaitan, ketrampilan para pekerja tampil, mereka adalah petani dan teknisi. Dengan demikian mereka bisa mengetahui dan memahami bahan baku, proses dan alat dilibatkan di dalam hasil/produknya, kedua penghapusan ketidaktahuan, tahayul, tradisi dan kemalasan betul–betul menghambat kemajuan petani di seluruh dunia cenderung sebuah ikatan masyarakat kecuali jika mereka itu tidak memberontak sehingga semua perubahan itu menguntungkan. Hasil panen yang berasal dari metode tradisional masih benar–benar dipertahankan oleh banyak negara yang sedang berkembang dan karena hasilnya sangat banyak  dan melimpah, kecuali di dalam area/wilayah pertanian itu dikelola secara intensif. Hasil dari produk pertanian per unit itu sangat berkaitan dengan biaya tenaga kerja dan pengolahnya hasil produksi di negara berkenbang kebanyakan rendah. Dengan begitu para petani pada negara berkembang pendapatnya kebanyakan rendah. para petani pada negara berkembang mempunyai daerah pertanian untuk ditingkatkan hasil produksinya, mereka harus benar–benar memiliki keduanya. Yaitu  mempunyai ketrampilan dan terlatih untuk mengadopsi hal yang baru dan tehnik lebih baik serta metode produksi dan pendidikan meniru hal yang positif  ke arah progam yang baik dan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih maju.

ý  ILMU DAN TEKNOLOGI

Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi barat yang bijaksana untuk pertanian dalam mengembangkan hasil panen ditunjukan dengan revolusi hijau. namun  penerapan  IPTEK tidak semata – mata meningkatkan produksi, banyak contoh dari sejarah yang baru terjadi untuk menunjukan bahwa hal ini dapat membawa dampak sebaliknya yaitu kehancuran kepada ekonomi tradisional. Di tempat yang lain penerapan yang hati – hati  daripada IPTEK dalam peternakan dan perkebunan, kontrol penyakit, pengembangan perikanan, penyaringan, penyelesaian, produksi, pengorganisasian air, dan beberapa mekanisasi sederhana. Sebagai contoh peningkatan produksi pertanian memperluas penggunaan lahan dan menghilangkan pekerjaan yang menjemukan bagi petani. Dalam IPTEK  yang lebih canggih mungkin dapat menghasilkan makanan baru mencakup protein dan makanan buatan dengan jumlah yang banyak yang akan membantu mengatasi permasalahan kekurangan pangan.

ý  SUMBER MAKANAN BARU

Dalam tahun belakangan ini antara wartawan dan media visual telah mengadakan diskusi yang serius dalam berita dan novel sumber makanan dimana bisa membantu memecahkan masalah kekurangan bahan pangan, Sekali dapat diingat bagaimana di Negeri Inggris setelah PD II daging ikan paus diperkenalkan untuk mengimbangi kekurangan daging sapi, domba, dan babi. Persediaan normal daging tidak cukup untuk memenuhi permintaan sehingga dijatah, daging ikan paus dijadikan sebuah pengganti dan meskipun banyak keluarga mencobanya dari waktu ke waktu hal itu tidak menjadikan terkenal. Telah ada saran lain untuk menggunakan daging dari hewan tertentu agar menyediakan daging dari hewan tertentu tetapi hanya untuk masyarakat dengan kadar diet lebih rendah dari yang lain di negara berkembang. Sebagai contoh telah disarankan untuk mengembalakan dan beberapa hewan asli ke daratan  savanna di Afrika, seperti kijang, eland, dan zebra. Eland mungkin mempunyai potensi terbesar yang tidak hanya menghasilkan daging yang enak tetapi juga menghasilkan susu dan pasti oleh sebab itu disediakan makanan berprotein yang berguna dalam sebuah benua yang rendah makanan berprotein. Tetapi, Ehrlich berkomentar pengembalaan hewan herbivora hanya  akan praktis jika mengembalakan ternak yang tidak berpengalaman. Banyak pengembala Afrika memusatkan budayanya pada sebuah hubungan yang luar biasa rumitnya dengan ternak mereka. Struktur sosial ekonomi yang tentu saja seluruh hidup mereka hanya berputar mengitari ternaknya. Kelompok ini tidak akan berhati-hati dalam menggembala kijang lagi, beberapa mahkluk  seperti Kapibara dan Maratec air segar dapat mengahasilkan sumber makanan berupa daging yang tidak lazim. Dan sejak mereka diberi makanan rumput laut liar dan tumbuhan rawa mereka tidak akan bersaing dalam mendapatkan makanan dengan hewan lain. Bagaimanapun juga, Ehrlich menyimpulkan bahwa sebuah usaha untuk menggembala manatees tidak membuktikan kesuksesan         

Hampir semua experiment  yang disarankan merupakan pokok dari satu masalah atau yang lainnya dan hal ini mungkin adalah jenis makanan baru yang memerlukan perhatian serius.
·         Kemungkinan Pertama, pengolahan bahan–bahan sayuran berbagai macam tanaman digunakan sebagai sumber banyak sayur: biji–bijian, buah–buahan atau biji bunga matahari, tanaman kapas, kacang tanah dan kedelai, kesemuanya menghasilkan minyak yang bernilai  tinggi tapi sisa sayuran yang tertinggal setelah diestrak bisa digunakan sebagai bahan makanan ternak, pupuk organik, atau bahkan dibuang sebagai limbah.
Kemungkinan kedua adalah penggunaan ekstrak daun berprotein meski ada berbagai teknologi, masalah ekonomi dan sosial tentang alam yang serius masih akan diatasi. Kesulitan teknisnya adalah pengekstrakan konsentrat protein dari serat – serat penyusun daun tapi hal ini telah dilakukan dengan sukses dalam skala kecil dan diperkirakan bisa dilakukan dalam skala besar jika ada investasi yang cukup untuk peralatanya.

0 comments:

Poskan Komentar