geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Rabu, 19 September 2012

Gempa


Para Seismolog memakai skala Magnitude untuk menyatakan energi yang dilepaskan pada sebuah gempa. Di bawah ini  diberikan efek-efek yang setara pada berbagai rentang magnitude:

Magnitude dan Efek dari Gempa
Kecil dari 3.5 Secara umum tidak terasa, tetapi dapat direkam.
3.5-5.4 Dapat dirasakan, tetapi jarang menimbulkan kerusakan.
Di bawah 6.0 Mengakibatkan kerusakan yang amat kecil pada gedung yang didesain dengan baik. Pada area yang tertentu dapat mengakibatkan kerusakan yang serius pada gedung yang tidak didesain dengan baik.
6.1-6.9 Dapat sangat merusak hingga area 100 km dimana penduduk tinggal.
7.0-7.9 Gempa utama. Dapat mengakibatkan kerusakan serius pada area yang sangat luas.
8 atau lebih Gempa besar. Dapat mengakibatkan kerusakan serius untuk area jangkauan ratusan kilometer.
Walaupun setiap gempa mempunyai Magnitude tertentu, efeknya akan bervariasi tergantung pada jarak, kondisi tanah, standar-standar konstruksi, dan berbagai faktor lainnya. Seismolog memakai juga sebuah skala lain yaitu Skala Intensitas Mercalli (Modified Mercalli Intensity – MMI) untuk menyatakan variasi efek yang ditimbulkan gempa.
Setiap gempa mempunyai jumlah energi tertentu, tetapi Magnitude yang diberikan untuk satu kejadian gempa oleh peneliti seismik pada setiap lokasi berbeda  mungkin bervariasi. Seismolog menggunakan metoda yang berbeda-beda untuk memprediksi magnitude gempa, tergantung dari ukuran, sifat, dan lokasi dari sebuah gempa. Ketidakpastian  ini berada pada rentang plus/minus 0.3 satuan. Para seismolog sering merevisi nilai magnitude yang didapatkan sebelumnya setelah  mendapatkan dan menganalisis tambahan data.

Jawaban Panjang:

Salah satu sumbangan yang sangat bernilai dari Dr. Charles F. Richter adalah pengetahuan bahwa gelombang seismik (seismic waves) yang dipancarkan oleh semua gempa dapat memberikan prediksi yang baik untuk mendapatkan besar magnitude yang terjadi.  Beliau mengumpulkan rekaman-rekaman gelombang seismik dari banyak kejadian gempa, dan mengembangkan sebuah sistem terkalibrasi dalam pengukurannya untuk mendapatkan besar magnitude.
Richter menunjukkan bahwa semakin besar energi intrinsik (energi  yang terjadi) dari gempa, semakin besar juga amplitude dari gerakan tanah pada jarak tertentu. Beliau mengkalibrasi skala magnitudenya dengan menggunakan amplitude maksimum dari gelombang geser pada sebuah seismometer yang sangat sensitive terhadap gelombang geser dengan periode lebih kecil dari satu detik. Rekaman harus diambil dari peralatan khusus, yaitu seismograf Anderson. Walaupun karya aslinya dikalibrasi pada seismometer tertentu, dan juga hanya berlaku untuk daerah selatan California, para seismolog telah mengembangkan faktor-faktor  skala   agar Magnitude Richter dapat dipergunakan lebih lanjut  untuk setiap tipe seismometer di seluruh dunia.
Magnitude  juga telah digunakan memperkirakan ribuan gempa di bulan dan untuk dua gempa di planet Mars.
Diagram di bawah menunjukkan bagaimana menggunakan metoda asli Richter untuk pemakaian seismogram untuk memperkirakan magnitude di selatan California.
Richter Scale nomogram
Skala-skala  pada diagram di atas membentuk sebuah nomogram yang mengijinkan kita melakukan perhitungan matematika dengan menggunakan mata secara cepat
M L = log10A(mm) + koreksi faktor jarak)
Disini A adalah amplitudo, dalam millimeter, diukur secara langsung dari lembar rekaman fotografi seismometer Wood-Anderson, peralatan yang khusus yang dipakai. Koreksi jarak diambil dari tabel yang dapat dilihat dari dari buku
Elementary Seismology karya Richter. Persamaan  selanjutnya dipakai oleh Richter untuk gempa di California selatan dengan menggunakan  nomogram ini, adalah:
M = log10A(mm) +   3log108Δt(s)]-2.92
Jadi setelah anda mengukur amplitudo gelombang, anda harus mengambil logaritmanya, dan menskalanya sesuai dengan jarak antara seismometer dari gempa, memperkirakan perbedaan perbedaan  waktu gelombang S-P. Waktu S-P, dalam detik, disebut Δt
Klik disini untuk mengetahui logaritma matematika.
Seismolog akan berusaha mengumpulkan perkiraan magnitude dari setiap stasiun sesmograf yang merekam gempa, dan kemudian merata-ratakannya. Penyebaran nilai biasanya diantara 0.2 satuan magnitude  yang dapat dilihat dari laporan laboratorium seismologi segera setelah kejadian gempa. Setiap laboratorium merata-ratakan hasil-hasil dari setiap stasiun yang dapat mereka akses. Mungkin perlu berhari-hari sebelum setiap organisasi yang berbeda tersebut mempunyai kesepakatan tentang perkiraan besar magnitude yang terjadi.

Momen Seismik (Seismic Moment):

Saat ini para seismolog  mengembangkan skala magnitude standar  yang secara kesuluruhan tidak tergantung pada jenis peralatan yang dipakai. Dinamakan magnitude momen, dan berasal dari momen seismik.
Untuk memahami momen seismik, kita kembali pada konsep fisika elementer mengenai torsi. Torsi adalah gaya yang mengubah momentum angular dari system. Didefenisikan sebagai gaya dikalikan dengan jarak dari pusat rotasi. Gempa-gempa dapat mengakibatkan torsi internal, dari interaksi dari blok-blok yang berbeda dari kerak bumi pada patahan yang bersebelahan. Dari persamaan matematika yang rumit, dapat ditunjukkan bahwa momen dari sebuah gempa secara sederhana dapat dinyatakan sebagai:
Momen = [Kekakuan Batuan]*[Luas Patahan]*[Jarak gelinciran]
M0 =μAd (satuan dyne-cm)
Rumus di atas, untuk perhitungan momen dari sebuah gempa, adalah pengetahuan mendasar bagi seismolog untuk mengetahui seberapa  berbahayanya  sebuah patahan.
Sekarang bayangkan sebuah bongkahan batu besar  pada sebuah meja kerja kaboratorium. Kekakuan, atau perlawanan terhadap usaha pematahan dari bongkahan batu tersebut adalah tekanan pada rentang dari ratusan miliar dyne setiap centimeter persegi (Catatan: Notasi ilmiah membuat nilai yang besar ini mudah untuk ditulis). Tekanan berada pada sebuah area yang mengakibatkan gaya, dan kita melihat (secara matematis) bahwa unit centimeter persegi terhilang. Sekarang, jika kita menganggap panjang jarak pertemuan  dari dua bagian besar dari bongkahan  bertemu sebelum terlepas akibat gaya patahan adalah sekitar satu centimeter, maka kita dapat menghitung momen dalam dyne-cm:
Mo = (3×1011 dyne/cm2)(10 cm)(10cm)(1 cm)
Mo = (3×1011)(102)(dyne–cm)
Mo = 3×1013 dyne–cm
Sekali lagi, menggunakan notasi ilmiah sangat menolong, karena dyne-cm adalah jumlah momen yang sangat kecil.
Sekarang bayangkan kasus kedua, kejadian gempa Double Spring Flat pada tanggal 12 September 1994, yang terjadi pada pada Gardnerville tenggara. Hal pertama yang harus dilakukan, karena kita bekerja dalam centimenter, adalah mengubah jarak 15 kilometer dan kedalaman 10 kilometer dari patahan ke satuan centimeter. Kita tahu bahwa 100 ribu centimeter adalah sama dengan satu kilometer,jadi kita dapat menulis persamaan dan membagi kedua sisi dengan “km” untuk mendapatkan faktor yang sama dengan satu.
1 km = 105 cm    jadi :   1 = 105 cm/km
Tentu saja kita dapat mengalikan apapun dengan satu tanpa mengubah nilainya, jadi kita memakainya untuk menghilangkan satuan kilometer dan membuatnya dalam unit centimeter.
Mo = (3×10
11 dyne/cm2)(10 km)[105 cm/km](15km) )[105 cm/km] (30 cm)
Mo = 1.1×1025 dyne–cm
Hasilnya memerlukan notasi ilmiah yang semakin rumit. Kita dapat melihat bahwa gempa ini, yang terbesar di Nevada selama 28 tahun, adalah dua kali sepuluh pangkat dua belas, atau 2 trilliun lebih besar dari momen yang diperlukan untuk mematahkan batu di atas meja laboratorium.
Cara standar untuk konversi momen seismic menjadi magnitude. Persamaannya adalah:
Mw = 2/3[log10Mo (dyne-cm)-16.0]
Sekarang pakai persamaan ini (berarti energi dinyatakan dalam satuan dyne-cm) untuk memperkirakan magnitude dari gempa mini yang dilakukan di atas meja laboratorium:
Mo = 3×1013 dyne- cm
Mw = 2/3[log10 3x1013 dyne-cm-16.0]
Mw = 2/3[~13.5-16.0]
Mw ~ -1.7
Nilai magnitude negatif diperbolehkan pada skala Richter, walau gempa seperti itu tentunya sangatlah kecil.

Sekarang mari hitung energi gempa Double Spring Flat dan perkirakan magnitude nya:
Mo = 1.4×1025
Mw = 2/3[log10 1.4x1025 dyne-cm-16.0]
Mw = 2/3[~25.2-16.0]
Mw ~ 6.1
Nilai Magnitude 6.1  yang kita dapat adalah sama dengan magnitude yang dilaporkan oleh UNR Seismological Lab, dan oleh peneliti-peneliti lainnya.

Energi Seismik (Seismic Energy):

Magnitude dan momen seismik berhubungan dengan jumlah energi yang dipancarkan oleh gempa. Richter, bersama-sama dengan Dr Beno Gutenberg mengembangkan hubungan antar magnitude dan energi. Hubungannya adalah:
Log ES = 11.8 + 1.5M
Energi ES dalam satuan erg dengan magnitude M. Perhatikan bahwa ES bukanlah jumlah total energi intrinsic  dari gempa, yang dipindahkan dari sumber-sumber seperti energi gravitasi atau untuk mematikan energi panas. Itu hanyalah jumlah yang dipancarkan gempa akibat gelombang seismic, yang mungkin saja merupakan fraksi kecil dari energi total yang dipindahkan selama proses gempa.
Dr. Hiroo Kanamori membuat hubungan antara momen seismik dengan energi gelombang seismic:
Energy = (Momen)/20,000
Momen disini dalam satuan dyne-cm, dan energi dalan satuan erg. Dyne-cm dan erg adalah satuan-satuan ekivalen akan tetapi mempunyai arti yang berbeda secara fisik.

Dibawah ini kita dapat melihat energi gelombang seismik yang dihasilkan oleh kedua contoh, dibandingkan dengan gempa-gempa dan berbagai fenomena. Untuk itu kita gunakan satuan energi yang lebih besar, energi seismik yang secara kuantitatif menghasilkan setara ledakan TNT. (Kita asumsikan satu ounce TNT yang diledakkan di bawah tanah menghasilkan energi seismik sebesar 640 juta erg).
Richter Magnitude TNT untuk produksi energi Seismik Contoh (aproksimasi)
-1.5 6 ounce Memecahkan batu di atas meja laboratorium
1.0 30 pound Ledakan besar pada sebuah lapangan konstruksi
1.5 320 pound
2.0 1 ton Setara ledakan kuarri besar atau pertambangan
2.5 4.6 ton
3.0 29 ton
3.5 73 ton
4.0 1,000 ton Senjata nuklir kecil
4.5 5,100 ton Rata-tata energi angina Tornado (energi total)
5.0 32,000 ton
5.5 80,000 ton Gempa Little Skull Mtn., NV, 1992
6.0 1 juta ton Gempa Jogya 2006, Gempa Double Spring Flat, NV, 1994
6.5 5 juta ton Gempa Northridge, CA, 1994
7.0 32 juta ton Gempa Hyogo-Ken Nanbu,Japan,95;Senjata termonuklir paling besar
7.5 160 juta ton Gempa Padang (Sumatera) 2009, Gempa Landers, CA, 1992
8.0 1 milliar ton Gempa San Francisco, CA, 1906
8.5 5 milliar ton Gempa Anchorage, AK, 1964
9.0 32 milliar ton Gempa Aceh, 2004; Chilean, 1960
10.0 1 trilliun ton Patahan tipe San-Andreas mengelilingi bumi
12.0 160 trilliun ton Patahan di Bumi pada bagian tengah melewati pusat bumi, ATAU besar energi matahari yang diterima  bumi dalam satu hari
Energi dinamit 160 trilliun ton adalah energi mengerikan yang dapat dihasilkan. Bayangkan, sesungguhnya, bumi menerima energi sebesar itu dari sinar matahari setiap harinya.

Cara Praktis untuk memperkirakan magnitude

Kebanyakan seismolog cenderung untuk menggunakan momen seismik untuk memperkirakan magnitude. Untuk sebuah gempa besar, proses mengetahui panjang patahan gempa, kedalaman, dan jenis slip/gelinciran yang terjadi dapat memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Setalah gempa terjadi, untuk mendapatkan parameter-parameter yang dibutuhkan, para geolog memetakan pecahan-pecahan patahan gempa, dan seismolog memplot distribusi spasial  melalui usaha-usaha yang keras.  Akan tetapi beberapa gempa besar dan hampir semua gempa kecil,  tidak menunjukkan adanya keruntuhan permukaan pada patahan. Kadang  data gempa susulan tidak cukup untuk memperkirakan magnitude seperti yang kita lakukan di atas. Akan tetapi, seismolog telah mengembangkan cara-cara untuk memperkirakan momen seismik langsung dari seismogram memakai metode yang diproses dengan komputer.  The Centroid Moment Tensor Project di Universitas Harvard secara rutin melakukaan perkiraan momen dari gempa besar di seluruh dunia dengan inversi seismogram sejak 1982.

Cara Pengukuran lain dari sebuah Gempa

Seismolog memakai metoda lain untuk memperkirakan efek-efek dari sebuah gempa, disebut Intensitas. Intensitas jangan disamakan dengan magnitude. Walau setiap gempa mempunyai magnitude tunggal, pengaruhnya akan berbeda dari tempat ke tempat, dan akan ada berbagai macam perkiraan intensitas. Kita dapat mengetahui lebih jauh  dengan mempelajari Skala Intensitas Mercalli, sebuah cara populer untuk karakterisasi efek sebuah gempa.
Diterjemahkan dari:
J. Louie, 9 Oct. 1996
Di dalam seismologi Skala Intensitas gempa adalah sebuah cara mengukur atau membandingkan efek-efek dari sebuah gempa pada tempat yang berbeda. Skala Intensitas Gempa Modifikasi Mercalli  (MMI- Modified Mercalli Intensity) sudah secara umum dipakai seismolog  untuk mengetahui informasi seberapa merusaknya pengaruh gempa.
Tingkat intensitas dinyatakan dengan angka romawi antara I di tingkat rendah hingga XII pada tingkat tertinggi.
Skala Intensitas MMI, berbeda dari Skala Magnitude Richter.  Pada skala ini efek-efek dari sebuah gempa bisa sangat bervariasi intensitasnya dari suatu tempat ke tempat lain, sehingga ada banyak nilai intensitas (contoh: IV, VII) yang diukur dari sebuah gempa. Padahal gempa-gempa tesebut memiliki satu nilai magnitude,  walau berbagai metoda untuk memperkirakan magnitudenya menghasilkan sedikit nilai yang berbeda (mis: 6.1, 6.3)
Tingkat dari pengaruh gempa didasarkan pada deskripsi yang sangat relatif dan dapat diterangkan sebagai berikut:
Skala Intensitas Modifikasi Mercalli (MMI).
dari FEMA (Federal  Emergency Management Agency- Badan Pengaturan Keadaan Darurat Federal Amerika)
I. Orang-orang tidak merasakan adanya gerakan bumi.
II. Dalam keadaan diam atau berada di lantai-lantai atas bangunan tinggi, orang-orang, -biasanya  dalam jumlah sedikit-,  mungkin merasakan gerakan bumi
III. Orang-orang yang berada di dalam ruangan merasakan gerakan. Benda-benda menggantung bergoyang-goyang. Orang-orang yang berada  di luar ruangan mungkin tidak menyadari bahwa gempa sedang terjadi.
IV. Kebanyakan orang yang berada di dalam ruangan merasakan gerakan. Benda tergantung bergoyang-goyang. Alat-alat rumah tangga, pintu, jendela bergerak tidak karuan. Gempa terasa seperti truk menabrak tembok. Orang-orang yang berada di luar ruang bisa saja kurang menyadari adanya gerakan. Mobil yang diparkir bergerak.
V. Hampir semua orang merasakan gerakan. Orang tidur terbangun. Pintu terbuka dan berputar buka tutup. Peralatan rumah tangga bisa pecah/rusak. Bingkai gambar bergerak. Benda kecil bergerak atau terguling. Pohon mungkin bergetar . Bahan cair mungkin tumpah keluar dari wadah terbuka.
VI. Setiap orang merasakan gerakan. Orang-orang sulit berjalan. Benda-benda berjatuhan dari tempatnya diletakkan. Bingkai gambar jatuh dari dinding. Furnitur bergerak. Plesteran di dinding mungkin retak. Pohon dan tanaman bergetar. Kerusakan sedikit di gedung yang dibangun dengan tidak baik. Tidak ada kerusakan struktur pada gedung yang dibangun dengan baik.
VII. Orang-orang kesulitan berdiri. Supir merasakan mobilnya bergetar. Beberapa furniture pecah. Bata-bata lepas jatuh dari gedung-gedung. Kerusakan sedikit hingga menengah pada bangunan yang dibangun dengan baik; kerusakan akan sangat terlihat di gedung yang tidak dibangun dengan baik.
VIII. Supir kesulitan mengendarai. Rumah-rumah yang tidak diikat dengan baik pada pondasinya dapat bergeser. Struktur yang tinggi seperti menara dan chimney dapat terpuntir dan rubuh. Gedung-gedung yang dibangun dengan baik mengalami kerusakan kecil. Gedung yang tidak dibangun dengan baik dapat mengalami kerusakan parah. Ranting pohon patah. Sisi perbuktian mungkin retak jika kondisi tanah basah. Ketinggian air dalam sumur mungkin berubah.
IX. Gedung yang dibangun dengan baik mengalami kerusakan yang signifikan. Rumah-rumah yang tidak diikat ke pondasi bergeser dari pondasinya. Pipa-pipa di bawah tanah patah. Tanah retak. Tangki-tangki mengalami kerusakan serius.
X. Hampir semua gedung dan pondasinya hancur. Beberapa jembatan hancur. Bendungan rusak serius. Longsor besar terjadi. Air terdesak ke tepi kanal, sungai, dan danau. Tanah retak pada area yang sangat luas. Jakur kereta api melengkung sedikit.
XI. Hampir semua gedung rubuh. Beberapa jembatan hancur, retakan besar terlihat di tanah. Jalur pipa dalam tanah hancur. Jalur kereta api mengalami bengkok parah.
XII. Hampir semuanya hancur. Benda-benda terlempar ke udara. Tanah bergerak bergelombang dan menggelembung. Sejumlah batuan besar mungkin bergeser.
Seperti terlihat dari daftar di atas, tingkat intensitas pengaruh gempa tidak membutuhkan peralatan pengukur. Jadi seismolog dapat menggunakan surat kabar, catatan-catatan, dan  rekaman sejarah lainnya untuk membuat tingkat intensitas dari sebuah gempa yang terjadi sebelumnya, dimana tidak ada peralatan pengukuran. Penelitian seperti itu menolong pengertian kita tentang sejarah gempa dari daerah tersebut, dan memperkirakan kejadian bencana di masa depan.

Peta di atas  memplot tingkat Intensitas Mercalli dari lokasi-lokasi dekat gempa Loma Prieta pada tahun 1989. Peta itu disebut sebagai peta isoseismal, dimana digambarkan garis-garis kontur yang meliputi lokasi-lokasi yang memiliki intensitas lebih tinggi. Secara tipikal intensitas membesar mendekati lokasi pusat gempa, sehingga seismolog dapat menginterpretasikan map tersebut  untuk keseluruhan lokasi untuk gempa-gempa sebelumnya.
Kalau diperhatikan,  lokasi-lokasi dengan intensitas tinggi yang tidak umum terjadi jauh pada sisi utara  dari pusat gempa, dekat Teluk San Fransisco. Selama gempa ini, tanah lunak dan saturated-soils dekat teluk memperbesar efek dari getaran. Getaran yang membesar ini bersama dengan efek likuifaksi membuat beberapa gedung yang dibangun dengan baik rubuh dan menghasilkan tingkat intensitas IX pada lokasi tersebut.
Memperkirakan magnitude dari gempa dari peta isoseismal adalah mungkin. Perkiraan ini tentu saja harus melalui peneletian dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Sumber:
J. Louie, 10 Oct. 1996: http://crack.seismo.unr.edu/ftp/pub/louie/class/100/mercalli.html
Lokasi gempa ditentukan dengan menggunakan fakta sederhana: gempa-gempa mengakibatkan gelombang seismik (gelombang P, gelombang S, dll). Perbedaan kecepatan jelajah tiap gelombang berbeda dan akibatnya tiba pada sebuah stasiun seismograf dengan waktu yang berbeda. Gelombang P bergerak lebih cepat, jadi tiba di stasiun paling awal. Gelombang S, yang bergerak dengan setengah kecepatan gelombang P, tiba kemudian. Dengan urutan pencatatan yang sangat cepat, stasiun seismik yang dekat dengan lokasi gempa merekam gelombang P dan S ini. Apabila jarak stasiun dengan pusat gempa makin jauh, maka bertambah pula perbedaan waktu kedatangan gelombang P dan S pada stasiun tersebut.
Walaupun teknik-teknik modern lebih kompleks, pada penjelasan berikut akan  digambarkan konsep dasar penentuan lokasi. Contoh adalah gempa yang terjadi dekat Meksiko dan stasiun-stasiun seismik yang dipakai ada di Amerika Utara. Dua langkah berikut menunjukkan bagaimana menentukan jarak dari semua seismograf dan memperkirakan lokasi gempa menggunakan data dari 3 stasiun.
Langkah-1:
Perhatikan gambar pada tautan berikut;
Step-1_locate EQ
Perbedaan atau selisih waktu kedatangan antara gelombang P dan gelombang S, (waktu S-P) dihitung pada tiap stasiun. Penggunaan selisih waktu S-P menentukan jarak dari sebuah gempa dapat diibaratkan sama dengan penggunaan selang waktu  antara terjadinya kilat cahaya  dengan terdengarnya suara  dari sebuah guntur yang dipakai untuk mengindikasikan jarak pengamat ke tempat guntur terjadi.
Dalam contoh ini, stasiun TEIG (dengan waktu S-P =  1.5 menit) adalah yang paling dekat dengan gempa, dan stasiun SSPA (dengan waktu S-P = 5 menit) adalah stasiun paling jauh.
Dengan mengamati dan menganalisis banyak kejadian gempa, kita mengetahui hubungan antara waktu S-P dan jarak antara stasiun dengan gempa. Kemudian waktu S-P dapat dikonversikan untuk medapatkan jarak kejadian gempa. Waktu 1.5 menit setara dengan jarak 900 km, waktu 3 menit setara 1800 km, dan waktu 5 menit setara dengan 3300 km.
Langkah-2:
Perhatikan gambar berikut:
Step-2_locate EQ
Apabila kita sudah mengetahui jarak dari gempa ke 3 stasiun, maka lokasi gempa dapat ditentukan. Dari titik pusat pada setiap stasiun,  kita dapat menggambar 3 lingkaran dengan radius lingkaran yang diambil adalah jarak gempa ke stasiun seismograf yang bersangkutan.  Titik dimana ketiga lingkaran bertemu adalah perkiraan lokasi terjadinya gempa.
Sumber: www.iris.edu
Diterjemahkan secara bebas oleh:
Todung R Siagian

IDENTIFIKASI RESIKO-RESIKO POTENSIAL DI RUMAH ANDA DAN MULAI MEMPERBAIKINYA

Keamanan terhadap gempa lebih dari sekadar meminimalkan kerusakan dalam gedung. Kita juga harus mengamankan isi gedung untuk mengurangi resiko terhadap kehidupan dan kondisi keuangan kita.
Ratusan orang tewas dan ribuan lainnya cedera akibat isi gedung yang tidak aman, seperti rak buku yang terbalik pada saat gempa. Milyaran rupiah lenyap akibat kerusakan. Kerusakan dan cedera seharusnya dapat dihindari dengan tindakan sederhana berupa pengamanan gedung-gedung dan seluruh isinya.
Secara sederhan Anda harus memperhatikan dan mengamankan benda-benda yang:
  1. apabila terjatuh, benda tersebut cukup berat dan bisa melukai anda, atau
  2. jika jatuh, benda tersebut mudah pecah dan/atau harganya cukup mahal bagi anda.
Tidak hanya  isi rumah tinggal, tetapi amankan juga benda-benda di area lainnya seperti di garasi untuk mengurangi risiko kerusakan kendaraan atau kejatuhan benda berbahaya.
Ada banyak tindakan sederhana yang mungkin bisa andalakukan sekarang dan akan melindungi anda dari gempa jika terjadi besok hari.
Anda bisa melakukan hal berikut  sekarang:
  • Pindahkan rak buku menjauhi tempat tidur, sofa, atau tempat dimana orang akan duduk dan tidur.
  • Simpan dan pindahkan benda yang berat ke tempat yang lebih rendah.
  • Mulailah untuk melihat benda-benda lain di rumah anda yang mungkin sangat berbahaya pada waktu gempa.
Beberapa rekomendasi  pada tulisan ini berupa tindakan yang perlu dilakukan membutuhkan waktu lama dalam penyelesaiannya, tetapi relatif sederhana. Sudah banyak  toko-toko perangkat keras dan pusat kebutuhan rumah tangga yang menjual pita (straps), pengaku (fastener), dan lem (adhesive) untuk fungsi keamanan.

Keamanan di Dapur

Gelas-gelas dan piring-piring bisa jatuh ke lantai akibat terbukanya jendela lemari dapur yang tidak tertutup dengan baik dan aman pada saat gempa . Berbagai tipe kunci tersedia untuk menghindari hal tersebut: kunci anti-anak, kunci hook and eye, atau kunci positive watch yang didesain untuk boat. Perangkat saluran gas sebaiknya mempunyai koneksi fleksibel untuk mengurangi risiko kebakaran. Amankan kulkas dan perlengkapan besar lainnya dengan mengaitkannya dengan pita gempa ke dinding.

Benda-benda di peletakan terbuka dan di atas meja

Porselen, pigura, kendi, dan lampu-lampu, jika jatuh pecahannya dapat menjadi sangat berbahaya. Gunakan pengaku kait dan pengaku putar di meja dan pada benda-benda tersebut. Bisa juga memakai lem yang tidak merusak seperti pengait gempa (earthquake putty), clear quake gel, atau semir mikrokristal (microcrystallyne wax) agar aman dari pecah di tempat. Pindahkan benda-benda yang berat dan mudah pecah ke tempat yang lebih rendah.

Benda-benda digantung

Kaca-kaca, bingkai gambar, dan benda lainnya sebaiknya digantung dekat dengan kaitannya ke dinding sehingga pemantulan akibat benturan ke dinding dapat dihindarkan. Sudut bingkai gambar-gambar dan cermin dapat juga diamankan dengan pengait gempa. Untuk tempat tidur dan sofa disarankan hanya memakai bahan lunak seperti tapestries .

Barang Elektronik

Benda-benda seperti televisi, mini-compo, computer, microwave dan barang elektronik lainnya sangatlah mahal. Benda-benda tersebut dapat diamankan dengan lakban nilon fleksibel dan pengaku untuk kemudahan pemindahan dan relokasi.

Furnitur

Sisi atas furniture yang berat, seperti rak buku dan filing cabinet, sebaiknya dikaitkan ke dinding, agar aman. Yakinkan kait sudah diangkur dan terpaku ke tembok dan bukan ke drywall (dinding gypsum). Pengaku fleksibel seperti lakban nilon mengijinkan furniture bergoyang tetapi tidak akan terguling/terbalik, dan akan mengurangi tekanan berlebihan pada paku. Papan rak lepas (knock-down)  juga dapat diamankan dengan memberikan lem gempa pada setiap sudutnya.

Garasi dan Ruang perlengkapan

Benda-benda yang disimpan di garasi dan gudang perlengkapan dapat saja jatuh, menyebabkan cedera, kerusakan, tumpah, dan sobeknya bahan berbahaya. Jika terjadi juga dapat menghalangi akses ke kendaraan dan akses keluar. Pindahkan benda-benda yang bisa meledak dan berbahaya ke tempat yang lebih rendah atau di lantai.

Pemanas Air

Pemanas air yang tidak aman sering terjatuh, koneksi kaku air dan gas bisa rusak. Pemanas anda tidak tersangga dengan baik jika tidak mempunyai dua lakban yang dikaitkan pada paku atau ke bata dari dinding. 
Akankah setiap orang di rumah anda melakukan hal yang tepat ketika terjadi goyangan yang berbahaya pada gempa yang sangat kuat?
Sebelum gempa berikutnya terjadi, berkumpullah dengan keluarga atau teman serumah anda untuk berdiskusi apa yang harus dilakukan setiap orang sebelum, selama, dan setelah gempa.
Ketika gempa berakhir, kita berada pada situasi ancaman resiko kebakaran, potensi kehilangan kebutuhan dan pelayanan dasar. Dan… keberadaan gempa-gempa susulan. Dengan merencanakan dari sekarang, anda akan siap sedia. Rencana ini juga berguna untuk keadaan darurat.

Rencanakan SEKARANG, agar aman SELAMA gempa

  • Latih “berlutut, lindungi, dan pegang” ( “drop, cover, and hold on.”) (lihat Langkah-5)
  • Identifikasi lokasi aman pada setiap ruangan, seperti tempat di bawah bangku dan meja yang kuat
  • Pelajari bagaimana melindungi diri anda tak peduli dimana anda berada pada saat gempa terjadi

Rencanakan SEKARANG, tindakan SETELAH gempa

  • Simpan sepatu dan senter dekat dengan tempat tidur.
  • Sediakan alat pemadam api di rumah anda. Pemadam Kebakaran bisa diminta melatih anda dan keluarga untuk menggunakannya dengan benar.
  • Latih anggota seisi rumah untuk menggunakan peluit dan/atau ketukan darurat tiga kali secara berulang-ulang dalam situasi terjebak. Tim penyelamat pencari korban dalam reruntuhan gedung akan mendengarkan suara tersebut.
  • Identifikasi keperluan anggota rumah dan/atau tetangga dengan perhatian khusus seperti anggota yang memakai kursi roda, alat bantu jalan, diet atau pengobatan khusus.
  • Ikuti pelatihan P3K dan bantuan pernafasan . Ketahui siapa saja tetangga yang sudah dilatih P3K dan bantuan pernafasan.
  • Cari tahu lokasi penon-aktifan utilitas dan simpan alat yang diperlukan pada tempat yang dekat. Yakinkan untuk mengetahui bagaimana mematikan gas, air dan listrik di rumah anda. Mematikan gas dilakukan hanya jika mencium atau mendengar adanya gas bocor.
  • Pasang alarm kebakaran dan uji tiap bulan. Ganti baterenya sekali setahun atau ketika mengeluarkan suara lemah akibat batere yang lemah.
  • Lakukan kerjasama dengan tetangga untuk mengindentifikasi keahlian dan sumber tenaga yang bermanfaat selama keadaan darurat, dan daftar siapa-siapa saja yang memerlukan perhatian khusus (anak-anak, lansia, dan cacat, dll)
  • Periksa apakah kota atau kelurahan memiliki Tim Tanggap Darurat. Jika tidak, tidak ada salahnya untuk membuatnya.

Rencanakan SEKARANG, untuk berkomunikasi dan pemulihan setelah gempa.

  • Pilih tempat yang aman di luar rumah untuk bertemu dengan anggota keluarga atau seisi rumah setelah gempa berhenti.
  • Tetapkan seorang personil kontak di luar dari area bencana yang dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi oleh semua anggota keluarga.
  • Berikan nomor telepon penting kepada setiap anggota keluarga.
  • Cari dan tetapkan dimana anda akan tinggal sekiranya rumah anda tidak dapat ditempati setelah gempa atau bencana lainnya.
  • Ketahui rencana persiapan yang diberikan oleh sekolah atau TK terhadap anak-anak anda. Apabila ada, simpan kartu keadaan darurat anak anda.
  • Buat salinan dokumen-dokumen penting, polis asuransi, dan rekaman keuangan, di tempat yang aman, wadah yang tahan air, dan simpan bersama dengan peralatan-peralatan bencana anda. Termasuk didalamnya inventaris keluarga (seperti daftar foto atau video barang-barang anda).
Latihan-latihan gempa secara periodik perlu dilakukan untuk menguji rencana anda. Terangkan rencana anda dengan orang-orang yang peduli dengan anak-anak, peliharaan, atau rumah anda.

Persediaan Peralatan Bencana Pribadi

Setiap orang sebaiknya memiliki peralatan-peralatan persiapan bencana gempa pribadi. Simpan pada tempat dimana anda lebih banyak beraktivitas, sehingga mudah diambil bahkan sekiranya gedung rusak parah. Peralatan-peralatan ini akan sangat berguna untuk berbagai keadaan darurat.
Simpan satu set peralatan tersebut di rumah, satu di mobil, dan peralatan ketiga di tempat kerja. Kantong kecil adalah tempat terbaik untuk menyimpan persediaan peralatan bencana sehingga dapat dibawa ketika anda dievakuasi. Masukkan setidaknya daftar berikut:
  • Obat-obatan, daftar resep, copy kartu medis, nama-nama dokter dan informasi kontak
  • Formulir ijin medis untuk yang ketergantungan
  • Peralatan pertolongan pertama dan buku panduan
  • Sarung tangan eksaminasi(non-latex)
  • Topeng debu/masker
  • Kaca mata atau contact lensa cadangan dan alat pembersihnya
  • Air kemasan botol
  • Peluit (untuk memberitahu lokasi anda)
  • Sepatu yang kekar
  • Uang cadangan
  • Peta jalan
  • Daftar telepon orang di luar area untuk keadaan darurat
  • Kudapan yang mengadung kadar air dan kalori tinggi
  • Senter kerja dengan baterenya dan bola lampu, atau tongkat cahaya
  • Persediaan kesehatan pribadi
  • Benda-benda untuk kesenangan pribadi seperti games, krayon, alat-alat tulis, teddy bear
  • Tempat buangan kotoran dan kebutuhan khusus yang anda perlukan dan orang lain dalam keluarga anda termasuk lansia, orang cacat, anak kecil, dan binatang peliharaan.
  • Salinan identitas pribadi (SIM, kartu kerja, dll)

Persediaan Peralatan Bencana untuk rumahtangga

Di beberapa tempat , listrik, air, transportasi, atau sarana vital lain dapat terganggu untuk beberapa hari atau lebih setelah gempa yang besar. Badan tanggap darurat atau rumah sakit mungkin kelebihan beban dan tidak sanggup memberikan bantuan segera. Menyediakan pertolongan pertama dan adanya persediaan kebutuhan akan menolong menghindari korban jiwa, membuat hidup lebih nyaman, dan akan menolong anda untuk menghadapi gempa di masa datang.
Sebagai tambahan untuk persediaan perlengkapan pribadi, simpan peralatan bencana keluarga ini di tempat yang mudah dijangkau (di tempat yang besar dan kedap air dan mudah dipindahkan). Persediaan keluarga berikut ini sebaiknya cukup untuk kebutuhan tak kurang dari 3 hari atau untuk idealnya 12 hari.
  • Air (minimum satu gallon per hari untuk setiap orang)
  • Alat mekanis untuk mematikan saluran air dan gas
  • Sarung tangan kerja dan pengaman kaca
  • Kantung plastik yang kuat untuk tempat sampah, dan berfungsi juga sebagai tikar, pelindung hujan, dan keperluan lain
  • Radio portable dengan batere cadangan atau charge manual lain
  • Tambahan senter atau tongkat cahaya
  • Makanan kaleng atau kemasan
  • Arang atau gas kemasan untuk memasak dan sumber api di luar ruangan jika diperlukan
  • Peralatan memasak, termasuk pembuka kaleng manual
  • Makanan dan sangkar peliharaan
  • Pakaian hangat yang nyaman termasuk kaos kaki cadangan
  • Selimut atau kantung tidur, dan apabila mungkin tenda
  • Salinan dokumen yang penting seperti polis-polis asuransi.
Gunakan dan ganti benda-benda yang bisa kedaluarsa seperti air, makanan, obat-obatan dan batere secara tahunan.

Catatan khusus tentang anak-anak

Jika orang dewasa saja bisa ketakutan karena kehilangan kendali pada saat gempa, bayangkanlah bagaimana pengaruhnya untuk anak-anak, yang sangat tergantung kepada orang dewasa dalam kondisi berbahaya. Sebelum gempa terjadi di masa yang akan datang, sangat penting untuk meluangkan waktu untuk menceritakan kenapa gempa bisa terjadi.
Ikutkan mereka di dalam membuat rencana bencana dan mempersiapkan persediaan peralatan bencana. Latih “berlutut, lindungi, dan pegang”. Pertimbangkan mengadakan simulasi pasca-gempa dengan kondisi tanpa pasokan listrik dan air.
Setelah gempa, ingatlah bahwa anak-anak akan merasa sangat tertekan. Mungkin mereka ketakutan, kebiasaan-kebiasan mereka akan terganggu, dan gempa susulan akan membuat mereka tidak bisa lepas dari trauma. Orang dewasa cenderung akan meninggalkan anak-anak untuk membantu permintaan-permitaan darurat, akan tetapi ini sangat beresiko bagi anak-anak. Perhatian ekstra dan dukungan dari orang tua pada hari-hari awal bencana akan sangat berguna di hari selanjutnya. Apabila memungkinkan, ikutkan mereka pada saat proses pemulihan.
Gedung-gedung didesain untuk tahan terhadap gaya tarik gravitasi, padahal gempa menggoyang gedung ke semua arah—atas dan bawah, tetapi biasanya ke arah samping.
Ada beberapa isu umum yang dapat membatasi kemampuan gedung untuk bertahan dari goyangan ke samping.

Masalah-masalah umum gedung.

Kebanyakan rumah tidaklah seaman yang seharusnya. Berikut ini diberikan beberapa masalah-masalah umum gedung dan bagaiamana mengenalinya. Sekali anda mengetahui bahwa gedung mempunyai satu atau lebih masalah, prioritaskan bagaimana dan kapan memperbaikinya, dan kapan memulainya.
Pondasi yang tidak cukup. Lihat sisi bawah rumah anda, pada pondasinya. Jika pondasinya rusak atau dibangun dengan gaya“pier dan tiang”, konsultasikan dengan kotraktor atau insinyur untuk menggantinya dengan pondasi telapak menerus di sekeliling bangunan.
Lantai pertama yang lemah. Perhatikan bukaan-bukan yang besar di lantai paling bawah, seperti pintu garasi atau bangunan di kaki bukit. Lakukan konsultasi dengan seorang professional untuk mengetahui apakah bangunan anda disangga dengan baik.
Bata tidak  bertulang . Semua masonry (bata atau batako) seharusnya ditulangi. Beberapa komunitas telah memprogramkan agar bangunan-bangunan bata tak bertulang diperbaiki. Jika bata dalam bangunan anda berfungsi sebagai elemen struktur, lakukan konsultasi dengan insinyur struktur untuk mengetahui apa yang harus dilakukan agar tetap aman. Cerobong yang tidak tersangga dengan baik adalah masalah yang umum yang banyak ditemui. Konsultasikan dengan seorang professional apakah cerobong itu aman.

Tips Untuk Penyewa Bangunan

Sebagai penyewa, anda susah mengontrol integritas struktur dari bangunan. Tetapi, anda dapat mengatur apartemen atau rumah mana yang anda sewa:
  • Struktur yang terbuat dari bata atau batako tak bertulangan dapat rubuh dan mengakibatkan korban jiwa
  • Apartemen dengan ruang parkir di bawah dapat juga rubuh (karena lantai bawah yang lemah)
  • Kegagalan pondasi dan dinding cripple mengakibatkan kerusakan yang mahal tapi korban jiwa yang lebih sedikit.
  • Benda-benda yang ditumpu pada sisi bangunan, seperti tangga, balkon, dan dekorasi, bisa patah akibat gempa.
Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat diajukan kepada pemilik bagunan:
  • Perbaikan/retrofit apa saja yang telah dilakukan pada bangunan ini?
  • Apakah pemanas air telah tautkan ke dengan paku ke dinding?
  • Dapatkah saya tautkan furniture ke dinding?

Asuransi Gempa

Mungkin rumah anda adalah asset tunggal terbesar anda. Anda telah bekerja keras untuk mewujudkan bagian dari mimpi anda untuk memiliki rumah sendiri. Dalam hitungan detik, mimpi anda bisa menjadi mimpi buruk ketika gempa yang terjadi merusak rumah dan segala milik anda. Bahkan sekiranya anda telah mengikuti langkah-langkah di pedoman ini, rumah anda masih mungkin rusak, dan anda perlu mengganti barang-barang yang rusak. Salah satu cara untuk mengantisipasi potensi biaya besar ini adalah membeli asuransi perumahan yang mengikutkan resiko bencana gempa.
Biasanya asuransi perumahan yang anda beli tidaklah memasukkan risiko gempa; bisa saja merupakan bagian dari polis terpisah yang harus anda beli.

LINDUNGI DIRI ANDA SELAMA GEMPA BERLANGSUNG – BERLUTUT, LINDUNGI, DAN PEGANG.

Langkah sebelumnya menekankan agar siap untuk gempa berikutnya. Apa yang akan anda lakukan selama dan setelah gempa?
Area dekat dinding eksterior/luar dari gedung-gedung merupakan tempat yang sangat berbahaya. Pada saat gempa, jendela, fasad, dan detail-detail arsitek adalah bagian-bagian yang akan rusak lebih awal. Jauhkan diri anda zona berahaya ini, dengan berada di tengah rungan jika anda di dalam ruangan, atau ke tempat terbuka jika anda di luar ruangan.

Jika anda berada…

Di dalam ruangan : Berlutut!, lindungi!, dan pegang! Berlutut/tiarap di lantai, berlidung di bawah bangku atau meja yang kekar, dan berpegang kuat padanya. Bersiaplah bergeser-geser dengannya sampai getaran berhenti. Jika tidak ada meja atau bangku dekat anda, maka tiaraplah dekat dinding dalam (interior) dan lindungi dengan lengan bagian leher dan kepala anda. Hindarkan dinding luar, jendela, benda tergantung, kaca-kaca, furniture yang tinggi, peralatan yang besar, dan lemari dapur yang berisi benda berat dan gelas. Jangan pergi ke luar.
Di tempat tidur: Jika ada berada di tempat tidur, tunggu dan tetap diam disana, lindung kepala anda dengan bantal. Anda akan sepertinya lebih aman dari cedera jika tetap disana. Kaca yang pecah di lantai menyebabkan cedera terhadap orang yang berlari atau terguling di lantai ketika hendak menuju pintu.
Di gedung tinggi: Berlutut, lindungi, dan pegang. Hindari jendela dan hal berbahaya lainnya. Jangan gunakan lift. Jangan terkejut apabila alarm dan system sprinkler berbunyi.
Di luar ruangan: Bepindah ke area yang lebih terbuka dan aman; hindari tiang listrik, pohon, rambu-rambu, kendaraan, dan hal berbahaya lainnya.
Mengendarai: Segera ke sisi jalan, berhenti, dan gunakan rem parkir. Hindari lintasan, jembatan, tiang listrik, rambu dan hal berbahaya lainnya. Tetap di dalam kendaraan hingga getaran berhenti. Jika tiang listrik rubuh dan menimpa kendaraan anda, tetap di dalam hingga orang yang terlatih memindahkan kawat listrik.
Di stadion atau bioskop: Tetap diam dimana anda duduk dan lindungi kepala dan leher anda dengan tangan. Jangan pergi hingga getaran berhenti. Dengan hati-hati awasi apa saja yang mungkin akan jatuh setelah gempa.
Dekat pantai: Berlutut, lindungi, dan pegang hingga gempa berhenti. Perkirakan berapa lama getaran. Jika getaran yang sangat kuat berakhir hingga 20 detik, segera mengungsi ke daerah yang lebih tinggi karena mungkin saja proses tsunami akibat gempa sedang berlangsung. Bergerak ke daerah sejauh 3 km dengan ketinggian 30 meter dari muka laut. Jangan tunggu hingga pihak yang berwewenag membuat peringatan dini. Dibanding berkendaraan untuk menghindari kemacetan, puing dan hal berbahaya lainnya, lebih baik berjalan dengan cepat.
Di bawah bendungan: Bendungan bisa rubuh akibat gempa yang besar. Biasanya tidak akan terjadi kehancuran total, tetapi jika anda tinggal di sisi bawah dam, anda harus mengetahui informasi zona banjir dan telah siap dengan rencana evakuasi.
Pertama sekali, periksalah keadaan anda. Ingatlah rencana darurat anda. Tambahan kerusakan dan kemungkinan benda-benda berjatuhan sangat mungkin terjadi akibat gempa susulan. Jadi, cari tempat yang aman. Ambil parsediaan perlengkapan bencana anda.
Jika anda terjebak dengan benda-benda berjatuhan atau yang rubuh di sekeliling anda, lindungi mulut, hidung, dan mata dari debu. Jika terjadi pendarahan, tekan di daerah luka dan naikkan bagian yang terluka. Berikan tanda pertolongan dengan peluit darurat, telepon seluler, atau dengan mengetuk keras bagian padat dari gedung, 3 kali setiap beberapa menit. Tim penyelamat akan mendengarkan bunyi-bunyi demikian.
Setelah anda aman, bantu orang lain untuk memeriksa kerusakan. Lindungi diri anda dengan memakai sepatu yang kekar dan sarung tangan, untuk menghindarkan luka akibat kaca pecah dan puing-puing. Pakai juga masker debu dan perlindungan mata.

Periksa Cedera:

  • Periksa perlengkapan pertolongan pertama atau lihat halaman depan dari buku telepon untuk mendapatkan instruksi pertolongan pertama.
  • Jika seorang mengalami pendarahan, tekan pada bagian yang luka. Pakai kain operasi atau pakaian, jika memungkinkan.
  • Jika seseorang tidak bernafas, lakukan bantuan pernafasan.
  • Jika seseorang tidak bereaksi, lakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation).
  • Jangan memindahkan orang yang luka parah, kecuali orang tersebut berada dalam situasi yang dapat menyebabkan cedera berbahaya lebih lanjut.
  • Lindungi orang cedera dengan selimut atau tambahan pakaian agar tetap hangat.
  • Minta bantuan medis untuk luka yang serius
  • Periksa anak-anak dan orang dengan perhatian khusus dengan hati-hati

Periksa Kerusakan:

  • Api: jika mungkin, segera matikan api kecil yang ada di rumah atau tetangga anda. Panggil bantuan, tapi jangan menunggu hingga pemadam kebakaran datang.
  • Kebocoran gas: tutup klep saluran utama gas JIKA ada dugaan kebocoran akibat pipa yang patah atau ada bau atau bunyi dari gas yang bocor. Jangan lakukan perbaikan, tunggu hingga perusahaan gas memeriksa kebocoran. Buku telepon mempunyai informasi detail tentang hal ini.
  • Kerusakan kabel listrik. Matikan sekring listrik jika terjadi kerusakan pada kabel listrik di rumah anda. Biarkan listrik mati hingga kerusakan diperbaiki.
  • Kerusakan lampu dan peralatan listrik: Tarik colokan lampu karena mungkin saja akan mengakibatkan kebakaran ketika aliran listrik dipulihkan.
  • Kabel listrik tertanam: Sekiranya anda melihat ada kabel listrik tertanam, anggap saja bahwa kabelnya teraliri listrik dan usahakan menjauhi kabel. Ingatkan juga orang lain. Jangan menyentuh kabel atau benda lain yang menyentuhnya.
  • Benda berjatuhan: Hati-hati dengan benda yang akan jatuh dari tempatnya ketika anda mencoba membuka pintu-pintu rak dan lemari.
  • Tumpahan: Lakukan pengawasan ekstrim. Bersihkan setiap tumpahan medis, obat-obatan, dan bahan tidak beracun lainnya. Benda-benda yang potensial berbahaya seperti zat penghilang warna, pupuk, dan bensin atau produk bahan bakar sebaiknya diasingkan dan dilindungi dengan penyerap dari tanah atau kain penyerap kotoran. Jika ada keraguan, tinggalkan rumah anda.
  • Dinding Bata yang Rusak: Menjauhlah dari cerobong atau dinding yang terbuat dari bata atau batako, karena kondisinya bisa saja sudah lemah dan akan terguling ketika terjadi gempa-gempa susulan. Jangan gunakan tempat pembakaran dengan cerobong yang sudah rusak. Hal itu akan menyulut kebakaran dan masuknya gas beracun ke rumah anda.Jika anda telah menemukan keluarga dan kebutuhan keluarga anda setelah gempa, teruskan untuk mengikuti rencana yang telah anda persiapkan.
    Gempa-gempa susulan akan terjadi selama beberapa minggu setelah gempa besar. Mungkin ada beberapa yang cukup besar untuk  menambah kerusakan. Selalu siap untuk berlutut, lindungi, dan pegang.
    Anda akan membutuhkan periode pemulihan berminggu-minggu, berbulan-bulan atau lebih. Tindakan berikut perlu diambil untuk meminimalkan efek jangka panjang dari gempa pada kehidupan anda.

    Hari pertama gempa…

    Gunakan informasi yang anda masukkan dalam rencana bencana dan persediaan yang anda siapkan untuk perlengkapan bencana. Hingga anda merasa yakin bahwa tidak ada gas yang bocor, jangan gunakan api (pemantik, korek api, lilin, dll) atau mengoperasikan peralatan mekanis yang dapat meciptakan bunga api (seperti pembangkit, kenderaan bermotor, dll) Jika berada di ruangan, jangan pernah gunakan pemasak atau pemanas perkemahan, obor gas, dan pembangkit gas. Hal demikian bisa mengeluarkan gas CO mematikan atau api yang ganas pada saat gempa susulan.

    Terus berkomunikasi
  • Hidupkan radio portabel atau radio mobil untuk mendapatkan informasi dan anjuran keamanan
  • Tempatkan kembali semua telepon di tempatnya
  • Hubungi kontak di luar area bencana, beritahu keadaan anda, dan matikan kembali telepon. Tanggap darurat memerlukan telepon ini untuk komunikasi penyelamatan jiwa.
  • Periksa kondisi tetangga anda
Makanan dan air
  • Jika listrik mati, rencanakan memakan makanan yang dibekukan lebih awal. Jika pintu dijaga tetap tertutup, makanan di dalam pendingin mungkin akan tahan beberapa hari.
  • Dengarkan radio untuk anjuran keselamatan
  • Jika air mati atau tidak aman, anda dapat minum dari pemanas air, batu es yang dicairkan, atau buah kemasan kaleng. Hindarkan meminum air dari kolam atau spa.
  • Jangan memakan apapun dari wadah terbuka dekat pecahan bahan kaca.

Minggu pertama setelah gempa…

Ini adalah waktu transisi. Gempa susulan mungkin saja terus terjadi, saat ini anda harus bekerja meneruskan hidup , rumah,  dan keluarga. Semua rutinitas anda harus mulai lagi seperti sedia kala.  Kepedulian dan pemulihan emosi sama pentingnya dengan pemulihan cedera dan fisik dan rumah tinggal.  Pastikan rumah anda aman ditinggali dan tidak akan rubuh pada waktu gempa susulan.
Jika anda bisa tetap di dalam rumah atau  kembali ke rumah dalam beberapa hari, maka ada beberapa tugas yang harus diselesaikan:
  • Jika gas dimatikan, anda perlu menghubungi perusahaan gas untuk menghidupkannnya.
  • Jika listrik mati dan kemudian hidup lagi, periksa kerusakan-kerusakan peralatan elektronik
  • Jika aliran air putus, periksa kerusakan air
  • Simpan atau ganti dokumen-dokumen kritis yang mungkin hilang, rusak, atau hancur
  • Segera hubungi agen atau perusahaan asuransi untuk memulai proses klaim.
  • Hubungi badan tanggap darurat untuk kepentingan bantuan finansial

Jika anda tidak dapat tinggal di rumah

Jika rumah anda secara struktural tidak aman atau terancam oleh api atau bahaya lainnya, evakuasi harus dilakukan segera. Akan tetapi, tempat penampungan mungkin saja kelebihan beban dan pelayanan dasar tidak dapat tersedia pada masa awal, jadi jangan tinggalkan rumah anda hanya karena peralatan rumah tangga tak bisa dipakai atau perlengkapannya mengalami sedikit kerusakan.
Jika anda melakukan evakuasi, beritahukan kemana anda akan pergi kepada tetangga dan kontak di luar area bencana. Sesegera mungkin, buat alamat surat alternatif. Jika mungkin, ketika evakuasi, bawa benda-benda berikut:
  • Persediaan perlengkapan bencana pribadi
  • Pengobatan dan kacamata
  • Persediaan air, makanan, dan kudapan
  • Selimut/bantal/kasur angin atau tikar
  • Baju ganti dan jaket
  • Handuk dan baju mandi
  • Diapers, makanan, dan persediaan lain untuk bayi
  • Beberapa foto keluarga dan benda untuk kenyamanan
  • Kartu pengenal dan salinan informasi asuransi dari seluruh anggota keluarga
Yang tidak boleh dibawa  pergi ke tempat penampungan:
  • Hewan peliharaan (hewan pembantu untuk orang cacat diijinkan; bawa makanan untuknya. Jadi harus punya rencana untuk peliharaan anda).
  • Pakaian tidak penting dalam jumlah besar atau benda-benda pribadi
  • Barang berharga yang mungkin bisa hilang, dicuri, atau akan menyita tempat yang banyak.
Di Amerika, sedang dirancang Presidential Declaration. Jika diterbitkan Badan Tanggap Darurat Federal (FEMA) dapat mengaktifkan Program Individu dan Keluarga, sbb:
  • Hibah tunai  untuk perbaikan rumah. Hibah tersedia tak kurang dari $ 26.200,-
  • Bantuan Perumahan dalam bentuk pembayaran kemudian untuk penyewaan hotel jangka pendek.
  • Bantuan penyewaan selama 18 bulan dalam bentuk pembayaran tunai
  • Jika tidak ada perumahan yang tersedia, FEMA dapat menyediakan rumah mobil atau perumahan sementara.
Sekali anda sudah pulih dari gempa, ulangi langkah 1 dan lakukan hal-hal yang belum dilakukan sebelumnya, atau lakukan secara keseluruhan.  Pelajari apa yang terjadi selama gempa sehingga anda lebih aman dan pulih lebih awal di masa datang.
Ini adalah gempa terbesar ketiga di dunia sejak tahun 1900 setelah gempa Prince William Sound dan gempa Alaska. Korban tewas yang diakibatkan gempa dan tsunami yang mengikutinya berkisar 227.898 jiwa dan sekitar 1,7 juta orang mengungsi dari tempat tinggal mereka. Korban tersebar di 14 negara di Asia Selatan  dan  dan Afrika Timur. Gempa terasa di Banda Aceh dengan skala intesitas Mercalli (MMI) IX, di Meulaboh (VIII), di Medan (IV). Di bagian negara lain seperti Bangladesh, India, Malaysia, Maladewa, Myanmar, Singapura, Sri Lanka, dan Thailand terasa dengan MMI (III-V).
Tsunami ini membuat korban yang terbanyak yang direkan dalam sejarah. Gempa mengakibatkan longsor dan penurunan tanah di Sumatra.

Ringkasan Tektonik

Gempa dahsyat yang terjadi pada 26 Desember 2004 merupakan patahan thrust pada pertemuan lempeng India dengan lempeng Burma. Dalam hitungan menit, regangan elastis yang terakumulasi dan  tertahan dalam proses penujaman lempeng India ke bawah lempeng Burma selama beberapa abad dilepaskan. Klik tautan ini untuk mengetahui defenisi dan jenis patahan.
Di daerah dimana gempa terjadi, lempeng India dan Australia bergerak ke arah Utara- Timur Laut menuju interior Lempeng Eurasia dengan kecepatan sekitar 60 mm/tahun. Di daerah utara Sumatra dan Kepulauan Nicobar, gerakan relatif Lempeng India/Australia dan lempeng Eurasia terjadi di Palung Sunda dan di sepanjang beberapa ratus kilometer arah timur Palung Sunda pada perbatasan dengan Lempeng Burma.
ambar pergerakan relatif lempeng India Australia terhadap lempeng Eurasia. Garis merah dengan panah adalah Palung Sunda yang merupakan zona penujaman lempeng India Australia terhadap lemepeng Eurasia. Tanda bintang adalah episenter gempa. Source:http://walrus.wr.usgs.gov/tsunami/sumatraEQ/images/ionetec_major_faultlg.jpg
Konvergensi India/Australia ke arah Eurasia terjadi dalam arah miring/serong terhadap kecenderungan arah Palung Sunda. Gerakan miring ini terbagi-bagi ke dalam pematahan-thrust dan pematahan strike-slip. Patahan-thrust terjadi pada pertemuan antara lempeng India dan bagian barat dari Lempeng Burma dan termasuk juga gelinciran (slip) dengan sudut besar yang terjadi dengan orientasi sejajar palung. Gempa utama 26 Desember terjadi akibat pematahan thrust pada perbatasan bagian barat lempeng Burma, akan tetapi gempa susulan akibat patahan strike-slip kebanyakan terjadi di timur perbatasan.
Data lebih mendetail dari USGS adalah sebagai berikut:

Magnitude 9.1
Tanggal dan Jam Minggu, 26 Desember, 2004  jam 07:58:53 di episenter
Location 3.316°LU, 95.854°LS
Depth 30 km (18.6 mil)
Region PANTAI BARAT BAGIAN UTARA SUMATERA
Distances 250 km (155 miles) ke arah selatan-tenggara  Banda Aceh, Sumatra, Indonesia 300 km (185 mil) arah barat Medan, Sumatra, Indonesia 1260 km (780 mil) arah selatan-barat daya BANGKOK, Thailand 1590 km (990 mil) arah barat laut JAKARTA, Java, Indonesia
Ketidakpastian lokasi horizontal +/- 5.6 km (3.5 mil)

Meskipun beberapa model yang ada berbeda dalam  menggambarkan secara detail gempa ini, akan tetapi hampir semua sepakat bahwa keruntuhan menjalar beberapa ratus kilometer ke arah barat laut dari episenter gempa utama. Panjang runtuhan hampir 500 km arah barat laut.  Lebar keruntuhan akibat gempa yang diukur tegak lurus dengan Palung Sunda sekitar 150 km dan perpindahan maksimum yang terjadi pada bidang patahan adalah sekitar 20m. Akibat gempa ini, diperkirakan dasar lautan di atas patahan-thrust naik beberapa meter.
Zona gempa susulan pada gempa 26 Desember ini mencapai 1300 km. Karena gempa susulan terjadi pada dan sangat dekat dengan bidang patahan gempa utama, panjang dari zona keruntuhan patahan gempa susulan dipercaya membesar secara signifikan dan jauh melampaui 500 km. Belum lagi gempa besar akan memacu aktivitas gempa pada patahan yang jauh dari bidang patahan gempa utama dan dipisahkan jarak puuhan hingga ratusan kilometer.

Segmentasi Runtuhan dan Gelinciran Lambat

Lintasan gempa 26 Desember dapat dibagi atas 3 segmen, ditambah segmen keempat yang tercipta dari Gempa Nias pada bulan Maret 2005.  Keruntuhan bermula pada kedalaman 30 km di sekitar segmen Sumatera. Kecepatan runtuh yang lambat mengakibatkan gelinciran yang kecil pada 50 detik pertama. Keruntuhan bertambah panjang hingga 420 km dari segmen Sumatra dengan kecepatan runtuh 2.7 km/detik dan gelinciran sekitar 5-20 m.
Segmentasi keruntuhan. Source: http://www.hgs.org/attachments/files/1016/The%20Great%20Sumatra-Andaman%20Earthquake%20of%20December%2026,%202004%20Figure_2.jpg
Pada detik 230-350 keruntuhan menerus sepanjang 325 km di segmen gempa Nicobar dengan  gelinciran cepat rata-rata 5m dengan kecepatan runtuh sekitar 1.1 km/detik. Tambahan gelinciran lambat 5m terjadi di segmen Nicobar  dan menerus hingga 3500 detik setelah keruntuhan awal.
Keruntuhan pada segmen Andaman terjadi setelah 250-600 detik dari keruntuhan awal dengan gelinciran sekitar 2m . Gelinciran tambahan sebesar 5 m terjadi 600-3500 detik kemudian. Kecepatan runtuh yang kecil sekitar 0.3 km/detik terjadi segmen bagian utara ini.  Lambatnya gelinciran menggandakan energy gempa hingga tiga kali lipat, dan hal ini mengakibatkan revisi magnitude gempa dari 9.1 menjadi 9.3. Gelinciran pada segmen utara ini sangat lambat untuk mengakibatkan sebuah tsunami. Seandainya kecepatan gelinciran sama dengan kecepatan pada segmen Sumatra, maka tsunami yang terjadi mungkin jauh lebih menghancurkan dari yang nyata terjadi.
Sejak tahun 1900, gempa-gempa dengan ukuran yang relatif sama atau lebih besar dari gempa 26 Desember 2004 adalah gempa dengan magnitude M 9.0 pada gempa Kamchatka pada tahun 1952, kemudian gempa Kepulauan Andreanof, Alaska (1957) dengan M 9.5, gempa Chile (1960) dengan M 9.5, gempa Prince William Sound, Alaska (1964) dengan M 9.2. Kesemua gempa-gempa di atas, termasuk gempa 26 Desember 2004, adalah kejadian gempa mega-thrust, yang terjadi ketika sebuah lempeng tektonik menujam lempeng tektonik lainnya dengan sudut dip landai. Semua kejadian gempa –gempa di atas disusul oleh tsunami akibat pergerakan dasar laut yang diakibatkan gempa tersebut.
Sumber:
  • http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/eqinthenews/2004/us2004slav/
  • http://www.iris.edu/hq/gallery/photo/3674
  • http://www.hgs.org/en/art/708/ 
  •  
  • Jepang terletak pada sebuah daerah dimana 4 lempeng tektonik bertemu satu sama lain. Lempeng-lempeng tersebut adalah lempeng Eurasia, Amerika Utara, Pasifik, dan Philippina.  Daratan Jepang berada di atas 2 lempeng tektonik, yakni lempeng Amerika Utara dan lempeng Eurasia. Pertemuan kedua lempeng ini berada di tengah-tengah Kepulauan Honshu. Inilah menjadi salah satu alasan mengapa Jepang banyak mengalami kejadian gempa. Juga yang mengakibatkan banyaknya pegunungan api di negara ini.

  • Pertemuan Lempeng tektonik di Jepang: Philippina (1), Pasifik (2), Amerika Utara (3), dan Eurasia (4). Sumber: BBC.com
    Palung Jepang
    Gempa yang terjadi pada hari ini, Jumat 11 Maret 2011 dengan perkiraan  awal magnitude sebesar 8.9, terjadi di  pantai timur Honshu, Jepang.
    Gempa ini terjadi sebagai hasil dari thrust faulting (patahan yang saling mendorong) di dekat pertemuan  zona subduksi antara lempeng Pasifik dengan Lempeng Amerika Utara. Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat dari Lempeng Amerika utara sekitar 83 mm/tahun. Lempeng  Pasifik menujam pada palung Jepang dan menukik ke mantel bumi di  bawah lempeng Eurasia  di arah barat . Lokasi, kedalaman, dan mekanisme kejadian gempa 11 Maret ini konsisten dengan kejadian-kejadian patahan yang saling mendorong yang terjadi akibat subduksi di sepanjang perbatasan lempeng.
    Lokasi gempa 11 Maret 2011. Sumber: http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/recenteqsww/Maps/10/140_40.php
    Gempa 11 Maret ini diawali oleh sekumpulan gempa susulan dari sebuah gempa besar dalam dua hari belakangan. Pada tanggal  9 Maret 2011 terjadi gempa dengan besar M 7.2 yang lokasinya berjarak sekitar 40 km dari gempa 11 Maret.  Gempa ini diikuti oleh tiga gempa dengan kekuatan M 6 pada hari yang sama.
    Data gempa yang didapatkan dari Badan Survey Geologi Amerika Serikat (USGS) adalah sebagai berikut:
    Magnitude 8.9
    Waktu
    • Jumat, 11 Maret , 2011 jam 05:46:23 UTC (12.46: 23 WIBB)
    Lokasi 38.322° LU, 142.369° LS
    Kedalaman 24.4 km (15.2 mil)
    Daerah DEKAT PANTAI TIMUR HONSHU, JEPANG
    Jarak 130 km (80 mil) Timur of Sendai, Honshu, Jepang
    178 km (110 mil) Timur Yamagata, Honshu, Jepang
    178 km (110 mil) Timur Fukushima, Honshu, Jepang
    373 km (231 mil) Timur Laut TOKYO, Jepang
    Ketidakpastian Lokasi horizontal +/- 13.5 km (8.4 mil)


    Palung Jepang yang merupakan zona subduksi telah mengalami  sembilan  kejadian gempa dengan magnitude lebih besar dari M 7 sejak tahun 1973. Gempa terbesar sebelumnya terjadi pada Desember 1994 dengan lokasi sekitar 260 km dari lokasi gempa 11 Maret 2011.  Gempa tahun 1994 ini mengakibatkan 3 orang meninggal dan korban luka 700 orang. Pada tahun 1978, gempa dengan besar M 7.7 dengan lokasi 35 km pada arah barat daya mengakibatkan korban meninggal 22 orang dan 400 terluka.
    Setelah gempa besar ini,  terjadi tsunami yang melanda hampir seluruh Jepang. Daerah Sendai, adalah daerah yang paling parah diamuk tsunami. Peringatan dini tsunami segera diterbitkan setelah gempa terjadi pada pantai-pantai di samudera Pasifik.  Peringatan dini tsunami untuk gempa ini dapat dilihat pada Pacific Tsunami Warning Center
    Kejadian tsunami yang maha dahsyat yang mengikuti gempa ini terekam secara langsung oleh Televisi Nasional Jepang (NHK)  dan cuplikan yang disiarkan lewat TV CNN dapat dilihat pada tautan di bawah ini 
    Dua belas jam setelah kejadian gempa, terjadi sekitar 30 gempa susulan.
    Sumber Utama:
    USGS: http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/eqinthenews/2011/usc0001xgp/#details

0 comments:

Poskan Komentar