geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Selasa, 08 November 2011

Petrologi

Struktur dan Komposisi Bumi
Dengan menggunakan bantuan alat-alat teknologi tinggi seperti seismograf, ahli-ahli kebumian mempunyai pandangan baru terhadap bentuk maupun struktur dalam bumi. Data-data yang terekam dalam alat tersebut memberikan keterangan adanya struktur bagian dalam bumi yang berlapis-lapis sepusat (Gambar 1.1) dan juga memberikan gambaran ciri-ciri fisik dari setiap perlapisan bagian dalam bumi (geosfera).

Batuan Metamorf

ANALISIS BATUAN METAMORF
Batuan asal atau batuan induk baik berupa batuan beku, batuan sedimen maupun batuan metamorf dan telah mengalami perubahan mineralogi, tekstur serta struktur sebagai akibat adanya perubahan temperatur (di atas proses diagenesa dan di bawah titik lebur; 200-350oC < T < 650-800oC) dan tekanan yang tinggi (1 atm < P < 10.000 atm) disebut batuan metamorf. Proses metamorfisme tersebut terjadi di dalam bumi pada kedalaman lebih kurang 3 km – 20 km. Winkler (1989) menyatakan bahwasannya proses-proses metamorfisme itu mengubah mineral-mineral suatu batuan pada fase padat karena pengaruh atau respons terhadap kondisi fisika dan kimia di dalam kerak bumi yang berbeda dengan kondisi sebelumnya. Proses-proses tersebut tidak termasuk pelapukan dan diagenesa.

Batuan Sedimen

Pengertian
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil pemadatan endapan yang berupa bahan lepas. Hutton (1875; dalam Sanders, 1981) menyatakan Sedimentary rocks are rocks which are formed by the “turning to stone” of sediments and that sediments, in turn, are formed by the breakdown of yet-older rocks. O’Dunn & Sill (1986) menyebutkan sedimentary rocks are formed by the consolidation of sediment : loose materials delivered to depositional sites by water, wind, glaciers, and landslides. They may also be created by the precipitation of CaCO3, silica, salts, and other materials from solution (Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk oleh konsolidasi sedimen, sebagai material lepas, yang terangkut ke lokasi pengendapan oleh air, angin, es dan longsoran gravitasi, gerakan tanah atau tanah longsor. Batuan sedimen juga dapat terbentuk oleh penguapan larutan kalsium karbonat, silika, garam dan material lain. Menurut Tucker (1991), 70 % batuan di permukaan bumi berupa batuan sedimen. Tetapi batuan itu hanya 2 % dari volume seluruh kerak bumi. Ini berarti batuan sedimen tersebar sangat luas di permukaan bumi, tetapi ketebalannya relatif tipis.

Senin, 07 November 2011

Batuan Beku

Batuan Beku atau igneous rock (igneous=ignis=api) merupakan suat batuan yang terbentuk dari pembekuan magma baik secara ekstrusif (di atas permukaan bumi) maupun intrusif (di dalam permukaan bumi). Proses pendinginan magma ini nantinya akan mempengaruhi tekstur dan struktur batuan beku. Dalam siklus Batuan (Rock cycle), selain terbentuk langsung dari pembekan magma, batuan beku dapat juga terbentuk dari batuan lain seperti batuan metamorf yang megalami peleburan dan pembekuan, lalu dapat juga terbentuk dari batuan sedimen yang telah mengalami “melting” lal mendingin menjadi batuan beku.

Sabtu, 05 November 2011

Asumsi Pergerakan Daratan Muka Bumi (Dulu-Sekarang-Mendatang)

Awalnya dulu bumi hanyalah satu benua besar dan luas yaitu Pangea. Butuh waktu yang sangat lama untuk pergerakan lempeng-lempeng hingga membentuk benua-benua seperti sekarang. Bedasarkanteory-teory pakar geologi, bumi akan selalu mengalami pergeseran pada lempeng dan mengakibatkan perubahan permukaan bumi. Tentunya butuh waktu bertahun-tahun.

Jumat, 04 November 2011

Gumuk Pasir (Sand Dunes)

Pengertian
Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).

Sesar Grindulu Pacitan Dalam Status Waspada

Beberapa waktu lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memprediksi, aktivitas gempa yang terjadi di wilayah Ponorogo, Tulungagung hingga Trenggalek akan berdampak sistemik terhadap sesar (patahan) Grindulu, Pacitan. 
Sesar atau patahan Grindulu yang membelah Pacitan


Geomorfologi Daerah Karst (Solusional)

Struktur Geologi Wonogiri

STRUKTUR GEOLOGI WONOGIRI
A.  Gambaran Umum
Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di bagian Selatan Jawa Tengah, yang menempati daerah perbukitan yang cukup luas, tersusun sebagian besar oleh batugamping, batugamping pasiran dan sebagian lagi oleh produk gunungapi. Perkembangan perkotaan umumnya menempati daerah-daerah lembah atau dataran di kaki perbukitan, seperti terlihat di sekitar waduk Gajah Mungkur mulanya sebagai dataran limpah banjir dan lembah antar bukit (http://www.dgtl.esdm.go.id/).

Masa depan Alam Semesta Perspektif Sains

Masa depan Alam Semesta Perspektif Sains


Bermula dari bigbang, alam semesta berkembang dan terus mengembang, segala sesuatu dalam alam semesta merambat memuai, dan gaya tarik (grafitasi) berusaha menariknya kembali. Nasib kita tergantung pada gaya mana yang menang. Tapi akankah itu berlangsung terus?, jika tidak, bagaimana akhirnya?. Untuk menjawab dua pertanyaan terakhir ini para saintis melakukan pemodelan-pemodelan alam semesta. Sejauh ini dikenal ada 4 model alam semesta, tiga diantaranya ditawarkan oleh Friedman.