geografi lingkungan

Khoirunnas anfa'uhum linnas

Rabu, 13 April 2011

Implementasi Kebijakan One Stop Service Terhadap Penanaman Modal Di Kota Surakarta


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
      Sebagai upaya mewujudkan terlaksananya pembangunan yang berkeadilan sosial, meningkatkan kemampuan sendiri dan perkembangan ekonomi Indonesia diperlukan adanya suatu kebijakan strategis. Proses kebijaksanaan tersebut tentunya harus diarahkan pada suatu kerja sama yang dalam pelaksanannya dapat berjalan secara serasi. Di Indonesia permasalahan tersebut dituangkan dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) Tahun 2000-2004.

            Seiring dengan bergulirnya waktu, pemerintahpun menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004-2009. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009 tersebut secara global diuraikan mengenai  tujuh arah kebijakan di bidang peningkatan investasi dan ekspor non migas. Tujuh arah kebijakan tersebut antara lain meliputi  pengurangan biaya transaksi dan praktek ekonomi biaya tinggi baik untuk tahapan memulai (start up) maupun tahapan operasi suatu bisnis, menjamin kepastian usaha dan meningkatkan penegakan hukum, perbaikan kebijakan investasi dengan merumuskan cetak biru pengembangan kebijakan investasi ke depan, memperbaiki harmonisasi peraturan perundangan antara pusat dan daerah terutama di dalam pengembangan (formalisasi) dan operasionalisasi usaha di daerah-daerah, peningkatkan akses dan perluasan pasar ekspor serta penguatan kinerja eksportir dan calon eksportir, kebijakan perdagangan dalam negeri diarahkan untuk mewujudkan perdagangan domestik yang kuat dan menciptakan iklim bagi terwujudnya kelancaran koleksi dan distribusi barang dan kegiatan jasa perdagangan, dan pengembangan pariwisata 5 (lima) tahun ke depan diarahkan pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.
      (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)Tahun 2204-2009.http://www.bappenas.go.id/index.php?module=Filemanager&func=download&pathext=ContentExpress/RPJMN2004/&iew=Bab%2015%20(Investasi%20dan%20Ekspor%20Non%20Migas).doc Diakses 26 Desember 2006) Untuk meningkatkan sektor investasi (penanaman modal) berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah. Meningkatkan penanaman modal ke dalam negeri merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan untuk merangsang kembali sektor usaha di Indonesia. Pada masa krisis saat ini tingkat penanaman modal menurun sangat tajam dibandingkan dengan masa sebelum krisis. Penurunan ini secara langsung berdampak pada rendahnya pertumbuhan di sektor ekonomi.

Implementasi Penyaluran Dana BOS di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Kemajuan suatu masyarakat dan bangsa tidak lepas kaitannya dengan pendidikan.Pendidikan mencetak generasi yang intelektual dan kritis terhadap permasalahan yang ada. Sehingga semakin baik pendidikan suatu Negara maka bukan tidak mungkin kemajuan suatu bangsa itu akan mudah tercapai. Pendidikan adalah fenomena fundamental atau asasi dalam kehidupan manusia. Kita dapat mengatakan, bahwa di mana ada kehidupan manusia, disitu juga pasti ada pendidikan.  Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting manusia selain sandang, pangan, papan dan kesehatan. Pendidikan merupakan usaha sadar dan teratur secara sistematis yang dilakukan oleh orang-orang yang bertanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat serta tabiat yang sesuai dengan cita-cita pendidikan. Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa pendidikan adalah bantuan  yang diberikan dengan sengaja kepada anak, dalam pertumbuhan jasmani maupun rohani untuk mencapai  tingkat dewasa dan pandangan sosiologi melihat pendidikan dari aspek sosial sehingga diartikan sebagai usaha pewarisan generasi ke generasi berikutnya (Soekirno Dkk, 2000: 28)
Pendidikan berkenaan dengan perkembangan dan perubahan kelakuan anak didik. Pendidikan bertalian dengan transmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan dan aspek-aspek kelakuan lainya kepada generasi muda. Pendidikan adalah proses mengajar dan belajar pola-pola kelakuan manusia menurut apa yang diharapkan oleh masyarakat.(S. Nasution, 1994:10-11)

pemetaan wajib belajar di Kecamatan Karang Gede Kabupaten Boyolali


BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Kajian Pustaka
1.      Pengertian Geografi
Sebelum membahas dan membicarakan lebih lanjut tentang faktor-faktor geografi yang mempegaruhi penyediaan fasilitas sekolah dasar di Kecamatan Jebres terlebih dahulu harus mengetahui istilah -istilah geografi dan hal - hal yang terkait di dalamnya.
Istilah geografi berasal dari geographika, oleh tokoh geografi. Erastho thenes (± 230 SM) dalam bukunya Daldjoeni (1985) menyatakan bahwa :
Geografi berasal dari kata - kata "geo" yang berarti bumi, serta "Grapheiri" yang berarti diskription atau tulisan juga lukisan. Jadi geografi adalah pelukisan tentang bumi (the discription of the earth ) atau tulisan tentang bumi (the writing about the earth).
Perumusan yang sederhana itu kemudian mengalami perubahan- perubahan dalam maknanya karena adanya kemajuan zaman dan kegunaan ilmu itu sendiri bagi masyarakat.
Untuk mengetahui perkembangan dan perubahan dalam rumusan dan defmisi geografi maka tidak lepas dari pandangan para ilmuwan dan ahli geografi. Diantaranya Claudius Ptolomeus dalam Daldjoeni (1985) menyatakan "geografi adalah suatu penyajian dengan peta dari sebagian permukaan bumi yang menunjukkan kenampakan umum yang terdapat padanya.
Bintarto dan Surastopo (1987 : 12) mendefinisikan geografi sebagai berikut "Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menyatakan atau menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi - fungsi dari unsur - unsur bumi dalam ruangan dan waktu".
Karl Ritter (1779 - 1839) dalam Daldjoeni (1985) menyatakan bahwa "Geography of Study of Barth as the Dwelling Pleace of Man" yang berarti geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia". Selain itu ada yang mendefinisikan geografi sebagai berikut:
Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara bumi dan manusia. Bumi dan manusia tersebut dapat ditafsirkan sebagai alarn dan manusia disitu bukanlah manusia sebagai individu melainkan sebagai kelompok, karena adaptasinya  terhadap  lingkungan alamnya dilakukan secara kolektif. ........ sedangkan yang dimaksudkan hubungan antara lingkungan alam dan manusia terkandung pengertian bahwa manusia hidup dipengaruhi oleh keadaan alam seperti iklim, tanah, air, sumber daya flora dan fauna (Daldjoeni, 1982: 12-13).

Marine Cadaster Studi Kasus Potensi Taman Laut Di Kabupaten Raja Ampat


BAB I
Kelautan Indonesia

A.   Indonesia Negara Kepulauan
Indonesia telah dikenal dunia sebagai Negara Kepulauan “Archipelogic State” yang memiliki potensi sumberdaya alam dan kekayaan laut yang sangat berpolah.Bahkan banyak Cendekiawan Internasional menyebutkan kawasan perairan laut Indonesia menyebutkan kawasan perairan tropis berdaya dukung alam yang tinggi dengan kemampuan “Mega biodiversity”. Tidak dapat dipungkiri keinginan “interest” negara-negara asing ingin masuk ke perairan Laut Indonesia, baik masuk kegiatan pariwisata bahari, fishing,riset, navigasi dan sebagainya. Pengelolaan sumber kekayaan kelautan selama ini dilaksanakan oleh pelbagai otoritas secara sektoral dan tidak sinergi antara satu instansi dengan instansi lain. Hal ini disebabkan karena landasan kebijakan yang dipergunakan tidak jelas dan cenderung “ego sektor”, bahkan sampai saat ini Indonesia belum memiliki suatu Kebijakan Kelautan “Ocean Policy”. Padahal Kebijakan Kelautan Indonesia “Indonesian Ocean Policy” tersebut dapat dijadikan “frame work” atau rujukan bagi semua “stake holders” yang sangat peduli terhadap pembangunan kelautan di Indonesia. Sudah saatnya Indonesia suatu Negara kepulauan terbesar di dunia dalam gerak pembangunannya berubah dari paradigma“Land based Socio-economic” ke paradigma “ Marine based Socio-economic”. Sumber kekayaan kelautan dan potensi sumberdaya alam dapat dijadikan pilar utama penyangga ekonomi Negara.

Peranan Marine Cadastre Dalam Menyelesaikan Kasus Ambalat Dan Wilayah Rawan Sengketa


Pendahuluan


  1. Pengantar
Kepulauan Indonesia dengan semua perairannya, dipandang oleh bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak terpisah-pisah satu pulau dengan pulau lainnya. Cara pandang bangsa Indonesia tersebut telah lama dihayati, sehingga dalam menyebut tempat hidupnya atau tumpah darahnya pun digunakan istilah “tanah air”. istilah ini mengandung arti, bahwa bangsa Indonesia tidak pernah memisahkan “tanah“ dan “air“, memiashkan “daratan” dan “lautan”. Daratan dan lautan merupakan satu kesatuan utuh, laut dianggap sebagai pemersatu, bukan sebaagi pemisah antara pulau satu dengan pulaulainnya.

Uranium dalam Perspektif Geografi & Lingkungan

BAB I
PENGENALAN URANIUM
A. Pengertian
Uranium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang U dan nomor atom 92. Sebuah logam berat, beracun, berwarna putih keperakan dan radioaktif alami, uranium termasuk ke seri aktinida (actinide series).Isotopnya 235U digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan senjata nuklir. Uranium biasanya terdapat dalam jumlah kecil di bebatuan, tanah, air, tumbuhan, dan hewan (termasuk manusia).
Uranium-235 adalah isotop uranium yang penting disamping uranium-238. Hanya 0,72% uranium alami adalah uranium-235, yang memiliki waktu paruh 7,038 x 108 tahun. Uranium-235 juga digunakan sebagai sumber utama penghasil neutron dalam reaksi nuklir, yang mana neutron-neutron ditembakkan ke arah uranium-238, dalam hal ini untuk membuat/ memproduksi plutonium.
Uranium-235 dan plutonium-239 digunakan sebagai bahan bakar (fisi nuklir), dalam reaktor nuklir dan bom nuklir. Peristiwa-peristiwa alam dan proses geologi telah membentuk uranium sebagai mineral. Karena mineral tersebut bersifat radioaktif dan untuk mendapatkannya harus melalui proses penggalian dalam tambang, maka uranium seringkali dikenal juga sebagai bahan galian nuklir. Mineral uranium terdapat dalam kerak bumi pada hampir semua jenis batuan, terutama batuan asam seperti granit, dengan kadar 3-4 gram dalam satu ton batuan. Di alam dapat ditemukan lebih dari 100 jenis mineral uranium, antara lain yang terkenal adalah uraninite, pitchblende, coffinite, brannerite, carnatite dan tyuyamunite.

Kamis, 07 April 2011

Etika Lingkungan Hidup